Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Takadimi Tingkatkan Pembelajaran Vokal Grup

Takadimi Tingkatkan Pembelajaran Vokal Grup

529
Herlina Sri Utami, S.Pd Guru Seni Budaya, SMP Negeri 1 Eromoko
Herlina Sri Utami, S.Pd Guru Seni Budaya, SMP Negeri 1 Eromoko

Seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahannya orang senang melihat atau mendengarnya (Ensiklopedia Indonesia). Vokal grup adalah bentuk penyajian vokal dalam ketinggian suara yang berbeda. Pada materi kelas IX tentang “Lagu populer dalam sajian vokal grup”, peserta didik diharapkan bisa menyanyikan hasil aransemen lagu dalam bentuk dua suara secara berkelompok. Bukan hal mudah untuk mencapai hal tersebut dikarenakan banyak peserta didik kelas IX B di SMP Negeri 1 Eromoko, pada semester 1 tahun pelajaran 2018/ 2019 mengalami banyak kendala dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Kendala yang terjadi adalah karena banyak peserta didik yang kurang memahami tentang teori musik sehingga mempengaruhi cara membaca notasi/ partitur lagu. Membaca notasi angka maupun notasi balok pada dasarnya memerlukan dua kemampuan, yaitu kemampun membaca ritme dan kemampuan membaca rangkaian nada.

Takadimi merupakan sebuah metode yaitu rangkaian dari suku kata ritme untuk digunakan dalam sight-singing (membaca notasi/ bernyanyi tanpa persiapan). Metode ini cukup mudah untuk tahap prenotational program diawal tahun ajaran dan cukup komprehensif untuk mengatasi kompleksitas gaya musik baru-baru ini termasuk polyrhythm, polymeter, dan divisi simetris (Hoffman, 1996: 13). Takadimi merupakan salah satu cara untuk membantu peserta didik dalam membaca notasi lagu/ partitur lagu dengan cepat dan mudah. Ketika peserta didik disodorkan notasi lagu dalam bentuk aransemen, mereka hanya bisa menyanyikan atau hanya bisa menyebutkan notasi-notasi dalam bentuk angka saja tanpa bisa membaca dengan benar sesuai “Pola Ritmenya”. Sistem Takadimi menggunakan dua set terkait suku kata, satu untuk divisi beat sederhana/ birama sederhana dan satu untuk birama bersusun. Dalam birama yang sederhana, setiap awalan pada ketukan (terlepas dari notasi) disebut ”Ta” dan ketukan pada selanjutnya dalam divisi dari beat disebut “di”. Subdivisi lebih lanjut disebut “ka” dan “mi”. Sedangkan untuk birama bersusun “Ta” kembali lagi menjadi awalan terhadap irama, dan suku kata “ki” dan “da” berfungsi untuk mengartikulasikan divisi beat. Subdivisi selanjutnya adalah “va”, “di”, dan “ma” menghasilkan pola komposisi “Ta-va-ki-di-da-ma”. Di dalam mengakomodasi kombinasi beat tingkat kompleks lima dan tujuh divisi, sistem menambahkan suku kata “ti” untuk menghasilkan “Ta-ka-di-mi-ti” untuk quintuplet (rangkaian lima not) dan “Ta-va-ki-di-da -ma-ti “untuk sebuah septuplet (rangkaian lima not).

Untuk mendapatkan hasil pembelajaran vokal grup dengan hasil yang maksimal ada beberapa langkah yang harus dilewati. Pertama yaitu guru membagi peserta didik dalam 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 peserta didik, selanjutnya dibagi kedalam dua suara. Selanjutnya guru mulai memberikan contoh pola ritme dalam partitur lagu tersebut dengan menggunakan metode Takadimi dan peserta didik menirukan kemudian latihan bersama dengan kelompoknya. Setelah peserta didik benar-benar memahami pola ritme dalam lagu aransemen yang telah ditetapkan, maka peserta didik bisa dengan mudah menyanyikan nada-nada yang ada pada melodi lagu tersebut.

Dengan demikian bisa saya tarik kesimpulan bahwa pembelajaran vokal grup yang terpenting adalah peserta didik harus diperkenalkan dulu cara membaca pola ritmenya, setelah itu baru masuk kedalam notasi lagunya. Tidak terlepas pula teknik vokal juga harus diperhatikan dalam menyanyi vokal grup supaya berhasil dengan baik.


Herlina Sri Utami, S.Pd
Guru Seni Budaya, SMP Negeri 1 Eromoko