Takut Dibongkar Paksa, Pedagang Yaik Bongkar Sendiri Kios

Pedagang pasar Yaik kawasan pasar Johar lama terpaksa membongkar sendiri kiosnya daripada dibongkar paksa.

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG- Ratusan kios di Pasar Yaik Baru dibongkar sendiri kiosnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi pembongkaran paksa yang akan dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang.

Apalagi mulai Kamis (12/4) hari ini, dinas akan melakukan pemadaman listrik dan ditindaklanjuti dengan pembongkaran bangunan kios. Karena takut, pedagang terpaksa membongkar sendiri kiosnya.

Tarso (56) salah satu pedagang, mengatakan, sudah melakukan pembongkaran kios sudah sejak dua hari lalu. Seharusnya, memang dari pemerintah melakukan pemutusan aliran listrik pada tanggal 12 April. Namun para pedagang dengan kesadaran sendiri melakukan pembongkaran kiosnya masing-masing.

Dikatakan, kalau pedagang memiliki modal besar, mereka pilih mencari tempat sendiri untuk menggelar jualannya yang masih berada di sekitar kawasan Johar. Seperti, katanya, pedagang yang memiliki modal, tidak sedikit yang menyewa lahan di swalayan bekas Matahari di Johar.

Lokasinya masih berdekatan dengan Johar. “Ada lho, pedagang yang rela menyewa lahan di Matahari, meski harus bayar mahal,” ucapnya. Tetapi, sambungnya, bila pedagang yang modalnya pas-pasan, maka mereka pilih tempat di relokasi Johar di sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Alimin (58) pedagang kelontong di Pasar Yaik Baru mengaku, sedih akan menempati di relokasi Johar di MAJT. Sebab, selain akses jalannya yang masih terisolir, butuh penyesuaian dan butuh waktu yang cukup lama. Padahal, setiap hari harus butuh makan.

“Saya masih mengemasi bangunan kios yang masih bisa saya manfaatkan seperti kayu dan ‘roolling door’ ini. Barang-barang ini masih saya manfaatkan untuk menghemat pengeluaran,” tandas Tarso.

Setelah mengemasi barang-barang yang bisa dimanfaatkan dari kiosnya yang dibongkar, segera pindah ke relokasi Tahap II MAJT yang lokasinya diakui relatif jauh dan terisolir. Ia mengaku sangat sedih dengan pemindahan dari Pasar Yaik ke MAJT tahap II.

“Namun mau bagaimana lagi, itu program pemerintah yang harus diikuti,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan pembonghkaran kios pedagang Pasar Yaik yang dilakukan pedagang sendiri justru akan memperlancar pembangunan Johar.

Dinas Perdagangan Kota Semarang tetap melakukan pemutusan aliran listrik. Tetapi bila pedagang sudah pada melakukan pembongkaran sendiri maka Dinas Perdagangan tinggal melakukan penutupan pagar seng di lokasi Pasar Yaik. Selanjutnya, kata Fajar, pada tanggal 14 April, segera dilakukan pemerataan lokasi Pasar Yaik dan lokasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan pembangunan.

Fajar mengakui bahwa Dinas Perdagangan sudah menyediakan lahan untuk relokasi di MAJT. Tetapi, bila ada pedagang yang menyewa lahan atau kontrak di lain tempat tidak ada masalah. Yang jelas bahwa Dinas Perdagangan sudah menyediakan tempat relokasi untuk para pedagang. Jumlah para pedagang Pasar Yaik, menurut Fajar ada sekitar 700 pedagang. (sgt/muz)