Tampar Kades, Dandim Rembang Dinonaktifkan

Danrem 073/Makutarama Kolonel ( Inf) Joni Pardede ( kiri) saat memberikan penjelasan terkait peristiwa Rembang. FOTO : DEKAN BAWONO/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA –  Danrem 073/Makutarama Kolonel ( Inf) Joni Pardede menonaktifkan Dandim 0720/Rembang Letkol ( Inf) Darmawan Setiady sebagai buntut penamparan terhadap Kepala Desa Jambangan, Rembang. Sebagai gantinya, untuk sementara jabatan Dandim  dipegang oleh Pejabat Sementara ( PS) Letkol (Inf) Teddy Himawan yang saat ini menjabat Kepala Staf Teritorial ( Kasiter) Korem 073/Makutarama.

“Dari hasil kroscek dan pemeriksaan, kejadian (penamparan) itu benar, sehingga saya mengambil keputusan untuk menonaktifkan Dandim Rembang,” ujar Danrem kepada wartawan, Minggu (12/11) kemarin.

Dijelaskan Danrem, kejadian bermula ketika sosialisasi dana desa yang diadakan Pemkab Rembang dan dihadiri oleh Forkompinda, dengan peserta ratusan kepala desa di Rembang pada Jumat (10/11).

Mulai dari Bupati, Kapolres menjadi nara sumber untuk memberikan pemaparan terkait dana desa yang akan digulirkan oleh pemerintah. Dandim 0720/Rembang memperoleh giliran ke-4 untuk memberi penjelasan tentang dana desa itu. Namun disaat memberi penjelasan, Dandim merasa tidak nyaman karena Kepala Desa Jambangan M. Hilaludin kurang memperhatikan.

“Kemudian Dandim melakukan perbuatan tidak terpuji itu,” ujarnya. Karena kejadian itu, situasi sempat memanas dan akhirnya bisa ditenangkan oleh bupati. Dan usai sholat Jumat, bertempat di Rumdin Bupati dilakukan pertemuan antara Bupati, Dandim dan paguyuban kepala desa untuk menyelesaikan kejadian ini secara kekeluargaan.

Dari mediasi itu, digunakan Dandim untuk meminta maaf langsung kepada korban  dan saat itu juga terjadi perdamaian dan tidak akan dibawa ke jalur hukum.  “Saya selaku Danrem langsung kroscek ke lokasi untuk menggali dari Forkompinda. Saya juga perintahkan Dandim Rembang untuk mengikuti pemeriksaan di Kodam,” imbuh Danrem.

Dari hasil pemeriksaan dan kroscek itu, lanjut dia, disimpulkan bahwa kejadian itu ( penamparan) memang benar dan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang prajurit. “ Sehingga kami mengambil sikap dengan menonaktifkan Dandim 0720/Rembang. Untuk sementara jabatan dipegang oleh Pejabat Sementara ( PS) Letkol Teddy,” imbuhnya.

Danrem juga menyatakan permohonan maafnya kepada seluruh kepala desa dan masyarakat Rembang atas kejadian tersebut. “ Kami berharap kejadian itu tidak ada lagi dan  hubungan TNI dan masyarakat Rembang tetap terjalin dengan baik dan harmonis,” tandasnya.

Danrem juga memberikan pengarahan kepada jajaran Kodim Rembang untuk tetap melaksanakan tugas dengan baik dan tidak melakukan tindakan yang merugikan citra TNI. “ Juga saya tekankan kepada Komandan Satuan di jajaran Korem Makutarama agar kejadian itu dijadikan pembelajaran hingga tidak terulang,” pungkasnya. (deb/sgt/mg8)