Tampilkan Potensi 14 Kemantren Se-Kota Yogyakarta

Wayang Jogja Night Carnival #6

6
SEMARAK : Wayang Jogja Night Carnival tampil penuh greget, semarak dalam puncak acara HUT ke-265 Kota Jogjakarta. FOTO : DOK/JATENG POS
JATENGPOS.CO.ID, YOGYAKARTA – Memperingati HUT ke-265 Kota Jogjakarta, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #6 menjadi puncak acara dari rangkaian kegiatanyang digelar dengan konsep hybrid event (event bauran luring dan daring).
Perayaan secara luring berlokasi di Stadion Mandala Krida, sedangkan perayaan daring dilaksanakan melalui live streaming channel YouTube Pemkot Yogyakarta dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.
Pelaksanaan WJNC tahun ini mengusung tema “Semar Boyong” yang bermakna recovery atau pemulihan. Menjadi simbol upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk setahap demi setahap memperbaiki keadaan setelah hampir 2 tahun dilanda pandemi covid-19.
WJNC#6 dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Purwadi, jajaran Forkompinda, serta 14 Mantri se-Kota Yogyakarta.
“Kita bisa lihat bahwa Kota Yogyakarta sudah melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Kita juga lihat bahwa Kota Yogyakarta sangat serius dengan recovery melalui penuntasan vaksin dan penyelenggaraan event dengan protokol CHSE yang ketat dan disiplin,” tutur Sandiaga Uno dalam sambutanya.
Gelaran WJNC yang sudah dimulai sejak tahun 2016, hadir secara konsisten menghibur masyarakat Yogyakarta dan para wisatawan.
Penyelenggaraan WJNC#6 digelar tetap mengedapankan unsur-unsur WJNC pertama yaitu diselenggarakan pada malam hari, merupakan cerita atau lakon wayang, vehicle atau kendaraan hias dan Tugu.
Selain itu, WJN#6 juga telah masuk ke dalam Calendar of Events (CoE) Nasional sebagai even reguler sehingga telah diakui sebagai aset pariwisata skala nasional.
Kegiatan WJNC yang diselenggarakan secara hybrid diharapkan mampu memperluas jangkauan audiens dan penikmat gelaran ini.
Lakon “Semar Boyong” yang ditampilkan oleh 14 kemantren dibesut menjadi gelaran street art yang megah, unik dan menarik perpaduan tradisional dan modern.
Terbagi menjadi 4 stage yaitu stage 1 Indraprasta, stage 2 Poncowati, stage 3 Hastinapura dan stage 4 Kahyangan. Menteri Parekraf beserta tamu undangan berpawai menaiki kendaraan hias (vehicle) mengelilingi area pagelaran menuju tiap stage untuk menyaksikan pertunjukan .
WJNC juga mendapat perhatian dari daerah-daerah yang berkesempatan turut memeriahkan dengan mengirimkan delegasi penampil. Kota Bandung, Kota Semarang dan Kota Surakarta menghibur di panggung utama dengan menampilkan tarian asal kota masing-masing.
“WJNC sebagai event wisata unggulan pariwisata dan telah menjadi ikon Kota Yogyakarta harus dilestarikan bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Momen ini, kami harap mampu menumbuhkembangkan geliat roda ekonomi sektor industri pariwisata ditengah masa pandemi”,tutup Sandiaga Uno. (biz/ucl)