Target Tercapai Seratus Persen, Gibran Tetap Lanjutkan Vaksinasi

3
Walikota Solo Gibran Rakabuming. Foto : Putri Wijayanti/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Masifnya pelaksanaan vaksinasi di Kota Solo membuat angka capaiannya saat ini telah melampaui target alias sudah mencapai lebih dari 100 persen. Dari data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, saat ini tercatat sebanyak 421.567 warga telah mendapat vaksin Covid-19. Baik Sinovac, Astra Zeneca dan juga Moderna.

Walikota Solo, Gibran Rakabuming mengatakan, hingga pekan kedua September ini, capaian vaksinasi di kota bengawan sudah melebihi target yang diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakni sebanyak 417.151 sasaran atau 80 persen dari jumlah penduduk Kota Solo. Meski demikian, ia menegaskan jika program vaksinasi akan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

“Iya sudah 100 persen lebih, tapi bukan berarti pekerjaan vaksinasi kita selesai. Sebab masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Seperti vaksinasi anak-anak diatas 12 tahun, kan baru jalan sedikit dari jumlah yang harus divaksin,” ujarnya.

Selain itu, dari jumlah 421.567 orang yang telah divaksin, tidak semuanya merupakan warga Solo. Sehingga, agar kekebalan komunitas benar-benar terbentuk, maka pihaknya harus menambah jumlah masyarakat ber-KTP Solo yang divaksin.

“Kemarin kan seperti pedagang pasar, PKL, karyawan di mal, nakes, ASN yang divaksin Pemkot kan tidak semuanya ber-KTP Solo. Tapi ya tidak masalah, karena Solo ini kan kota satelit ya dan juga daerah aglomerasi Solo Raya. Jadi ya Solo dan kabupaten lain harus gotong-royong biar tercipta herd immunity di Solo Raya,” paparnya.

Atas pertimbangan hal itu pula, pihaknya akan membuka lebih banyak sentra vaksinasi agar capaian angkanya bisa sebesar 130 persen dari target hingga akhir September ini. Selain untuk menambah jumlah warga Solo yang divaksin, sentra vaksinasi baru tersebut juga akan diperuntukkan bagi warga luar Solo yang beraktivitas atau domisili di kota bengawan.

“Kami akan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperbanyak sentra vaksinasi non domisili artinya terbuka untuk warga luar Solo yang beraktivitas di Solo. Kalau bisa jumlah yang bisa divaksin sama seperti jumlah warga yang berada di Kota Solo saat siang hari. Mengingat Solo ini kan pusat aglomerasi Solo Raya,” imbuhnya.

Disinggung apakah ada kekhawatiran nantinya jumlah vaksin yang diberikan dari Pemerintah Pusat akan menurun menyusul capaian Kota Solo yang sudah 100 persen dari target, Gibran percaya hal tersebut tidak akan terjadi. “Nggak lah, kan tadi saya bilang Solo itu pusat aglomerasi dan kekebalan komunitas kalau bisa ya jangan Solo saja, tapi Solo Raya. Makanya butuh gotong-royong dengan daerah lain untuk vaksinasi. Saya percaya vaksin akan terus diberikan selama kita melaksanakan vaksinasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih membenarkan jika belum semua warga Solo masuk dalam jumlah sasaran yang sudah divaksin oleh Pemkot Solo. Bahkan, dari 421.567 orang yang sudah divaksin, yang terhitung warga ber-KTP Solo hanya 76 persennya.

“Artinya kan masih kurang 4 persen yang warga ber-KTP Solo untuk menciptakan kekebalan komunitas di Solo. Makanya kita kejar terus ini biar tercapai 80 persen dari target yang warga Solo,” ujarnya. (jay/rit)