Teknik Akrostik Mudahkan Siswa Mencipta Puisi

Dian Nurwati, S.Pd.SD

Hasil belajar menulis puisi pada Pelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri Randugarut masih kurang maksimal. Hal ini terlihat dari observasi guru selama pembelajaran dikelas. Ketika guru meminta siswa menuliskan sebuah puisi maka siswa akan mengeluh sebagai pertanda penolakan.

Pembelajaran pada tingkat Sekolah Dasar (SD) merupakan tahapan penting bagi siswa karena proses pembelajaran pada tahap ini dapat mempengaruhi pola belajar untuk tahap selanjutnya. Pada tingkat awal, pemahaman siswa yang benar terhadap suatu konsep sangat penting sebagai modal dasar bagi penguasaan konsep yang lebih luas. Menurut J. Bruner dalam Hidayat (2004:8), belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru di luar informasi yang diberikan kepada dirinya.

Pada hakikatnya, pembelajaran Bahasa Indonesia adalah membelajarkan peserta didik tentang keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai tujuan dan fungsinya. Salah satu tujuan mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menurut Atzamaki (2013) adalah agar peserta didik menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. Dengan demikian, sastra merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari pengajaran bahasa Indonesia yang tercantum dalam kurikulum.

Berdasarkan uraian diatas dikembangkan suatu tindakan  atau metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga prestasi siswa semakin meningkat. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Metode Akrostik. Metode ini sangat menarik untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Menulis puisi dengan metode Akrostik sangat bermanfaat untuk diajarkan kepada anak-anak terutama yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Cara yang mudah dan praktis bagi anak-anak dalam menuangkan ide-ide menulis puisi . Harley dan Noyes (2009) mengungkapkan bahwa akrostik menggunakan nama kunci atau ungkapan yang ditulis secara vertikal dan setiap baris puisi dimulai dengan huruf awal dari nama kunci atau ungkapan tersebut. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa menulis puisi dengan teknik akrostik yaitu menulis puisi dengan menggunakan huruf dalam sebuah kata untuk memulai tiap-tiap baris dalam puisi. Kata tersebutlah yang menjadi judul dalam puisi kemudian ditulis vertikal, sehingga setiap hurufnya dikembangkan menjadi bait-bait puisi.

Langkah-langkah kegiatan yaitu melaksanakan pembelajaran sesuai yang telah direncanakan dalam RPP, yakni (1) menyampaikan tujuan menulis puisi dengan menggunakan teknik akrostik; (2) siswa mendengarkan penjelasan tentang teknik akrostik; (3) siswa menentukan satu judul puisi dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek-objek yang ada di sekitar siswa. Baik objek benda hidup maupun benda mati. Selain itu, peristiwa atau kejadian yang terjadi di sekitar siswa juga dijadikan sebagai media pembelajaran yang diamati secara langsung; (4) setelah menemukan judul yang tepat, siswa mengembangkan judul puisi tersebut menjadi sebuah puisi yang utuh sesuai dengan teknik akrostik yang telah dijelaskan; dan (5) memantau keaktifan dan kesungguhan siswa selama proses penulisan puisi.

Dengan penerapan teknik akrostik di SD Negeri Randugarut, membantu siswa mencipta puisi, proses pembelajaran menjadi lebih aktif, adanya peningkatan dalam kemampuan berpikir kreatif, serta menjadi sesuatu yang bermakna dengan memanfaatkan berbagai pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dian Nurwati, S.Pd.SD

Guru SDN Randugarut Kec. Tugu

Plt Kepala Sekolah SDN Tawang Mas 01

Kota Semarang