JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – TCL memperkenalkan teknologi Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) serta Variable Refrigerant Flow (VRF) dengan kemampuan bekerja pada rentang tegangan 290 hingga 460 volt. Teknologi tersebut ditawarkan untuk menjawab kebutuhan sistem tata udara pada bangunan komersial yang menghadapi kondisi tegangan listrik yang fluktuatif.
Teknologi tersebut diperkenalkan Rakijan, selaku Official Dealer Partner PT Sailendra Jaya Teknik, dalam acara silaturahmi HVAC dan VRF TCL bersama konsultan Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) di Hotel Aruss Semarang, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang pengenalan spesifikasi teknis dan pilihan sistem TCL kepada konsultan.
Dijelaskan, kemampuan bekerja pada rentang tegangan yang lebih luas menjadi salah satu spesifikasi yang diperhatikan dalam sistem HVAC dan VRF. Sistem tersebut disebut tetap dapat beroperasi pada tegangan sekitar 290 volt dan memiliki batas atas hingga 460 volt.
“Kami tidak hanya mengusung brand, tetapi menghitung spesifikasi teknis secara detail, mulai dari kompresor sampai sistem perpipaan,” jelasnya.
Dikatakan, kondisi tegangan listrik yang naik turun menjadi salah satu tantangan dalam pengoperasian sistem pendingin. TCL memiliki sistem proteksi yang akan menghentikan kerja kompresor apabila tegangan berada di bawah batas aman sehingga komponen tidak dipaksakan bekerja.
“Kalau tegangan turun sampai di bawah batas, kompresor tidak jalan dan tidak rusak. Sistem memang menghentikan kerja untuk menjaga komponen,” ungkapnya.
Menurutnya, teknologi tersebut dapat diterapkan pada berbagai bangunan yang membutuhkan sistem tata udara dengan kapasitas besar. Penggunaannya antara lain diarahkan untuk hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan dan bangunan komersial lainnya.
“Untuk VRF, kapasitas paling kecil sekitar 8 PK. Satu outdoor bisa digunakan untuk beberapa indoor sehingga dapat melayani banyak ruangan,” tuturnya.
Ditambahkan, sistem VRF TCL memiliki sejumlah pilihan unit indoor yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan desain ruangan. Pilihannya antara lain tipe one way dan cassette sehingga konfigurasi sistem dapat disesuaikan dengan rancangan bangunan.
“Line up kami cukup lengkap sehingga tipe indoor bisa dipilih sesuai kebutuhan masing-masing ruangan,” katanya.
Ditegaskan, kemudahan perawatan juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam produk tersebut. Filter pada unit indoor dapat dilepas untuk dibersihkan dan dipasang kembali sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan secara lebih praktis.
“Kami juga membuat sistem yang lebih mudah dalam maintenance. Filter bisa dilepas, dibersihkan, kemudian dipasang kembali,” imbuhnya.
Sementara itu, pengembangan pasar HVAC dan VRF TCL di Indonesia masih berada pada tahap awal. Karena produk tersebut tergolong baru masuk pasar Indonesia, pihaknya memilih memperkenalkan produk melalui pendekatan spesifikasi teknis dan kualitas, termasuk dukungan garansi.
“Produk ini masih baru di Indonesia sehingga market share kami masih kecil. Kami ingin memperkenalkan kualitas dan spesifikasinya kepada konsultan maupun pengguna,” pungkasnya.(aln)




