JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam memilih kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Honda BeAT yang dipasarkan PT Astra Honda Motor (AHM) menawarkan konsumsi bahan bakar hingga 60,6 kilometer per liter sebagai pilihan skutik yang mengutamakan kepraktisan dan efisiensi biaya operasional.
Corporate Communication Analyst Astra Motor Jateng, Pavita Wahyuni Tandiharjo mengatakan, Honda BeAT hadir untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat dengan konsumsi bahan bakar yang efisien. Keunggulan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengendara yang membutuhkan kendaraan praktis untuk bekerja, kuliah, maupun menjalankan berbagai aktivitas harian.
Konsumsi bahan bakar yang mencapai 60,6 km/liter menjadi salah satu keunggulan yang ditonjolkan Honda BeAT. Angka tersebut merupakan hasil pengujian dengan metode tertentu, sedangkan konsumsi aktual dapat berbeda bergantung pada kondisi jalan, gaya berkendara, beban, serta perawatan kendaraan.
“Dengan konsumsi BBM 60,6 km/liter, mau jalan ke mana aja jadi makin praktis!” katanya.
Dari sisi dapur pacu, Honda BeAT mengandalkan mesin berkapasitas 109,5 cc dengan teknologi enhanced Smart Power (eSP) dan sistem injeksi Programmed Fuel Injection (PGM-FI). Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 6,6 kW pada 7.500 rpm dan torsi maksimum 9,2 Nm pada 6.000 rpm untuk mendukung kebutuhan berkendara sehari-hari.
Teknologi eSP dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengoptimalkan kinerja mesin. Sementara itu, sistem PGM-FI mengatur suplai bahan bakar agar pembakaran berlangsung lebih efisien sesuai kebutuhan mesin.
Honda BeAT juga menggunakan rangka enhanced Smart Architecture Frame (eSAF) yang dirancang untuk mendukung kelincahan dan kemudahan pengendalian. Desain bodinya yang ramping membuat skutik ini relevan untuk mobilitas di kawasan perkotaan, termasuk ketika pengendara harus menghadapi lalu lintas padat.
Pada bagian kaki-kaki, Honda BeAT menggunakan suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang lengan ayun dengan peredam kejut tunggal. Sistem pengeremannya terdiri atas rem cakram hidrolik di bagian depan dan rem tromol di belakang, dengan Combi Brake System (CBS) pada varian yang dilengkapi fitur tersebut.
Honda BeAT dibekali ban tubeless berukuran 80/90-14 di bagian depan dan 90/90-14 di bagian belakang. Skutik ini memiliki kapasitas tangki bahan bakar 4,2 liter, tinggi tempat duduk 742 milimeter, serta bobot sekitar 87–88 kilogram, bergantung pada varian.
Dari sisi fitur, Honda BeAT dilengkapi lampu depan LED dan panel instrumen yang memadukan informasi analog serta digital. Pada varian tertentu, tersedia Idling Stop System (ISS) yang dapat mematikan mesin secara otomatis ketika kendaraan berhenti dalam kondisi tertentu dan menghidupkannya kembali saat tuas gas diputar.
Fitur ACG Starter mendukung proses menghidupkan mesin yang lebih halus. Selain itu, side stand switch membantu meningkatkan keamanan dengan mencegah mesin beroperasi ketika standar samping masih diturunkan.
Melalui berbagai keunggulan tersebut, Honda BeAT ditujukan untuk menunjang kebutuhan pengendara yang mengutamakan kendaraan praktis dan ekonomis. Efisiensi bahan bakar, mesin 110 cc, serta fitur penunjang berkendara menjadi bagian dari daya tarik skutik tersebut di tengah kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat. (aln)







