Beranda Semarang Teliti Kampung Marketer di Purbalingga

Teliti Kampung Marketer di Purbalingga

283
KERJA BERSAMA: Tim mahasiswi peneliti Unnes saaKERJA BERSAMA: Tim mahasiswi peneliti Unnes saa
KERJA BERSAMA: Tim mahasiswi peneliti Unnes saa

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sejumlah mahasiswa Unnes pada awal AprilJuni sukses meneliti Rahasia Sukses Kampung Marketer dan Dampaknya bagi Masyarakat Purbalingga. Penelitiannya di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Purbalingga.

“Singkat kata, di sana ada sebuah rumah pelatihan dan pemberdayaan masyarakat desa dikenal Kampung Marketer yang menampung warga desa untuk dilatih digital marketing,” jelas Puji Novita Sari, anggota tim peneliti dari Unnes saat ditemui di Kampus Sekaran, Gunungpati kemarin.

Puji mengatakan, Kampung Marketer didirikan Novi Bayu Darmawan warga setempat dengan prinsip socialpreneur, dan bisa sukses membangun ekonomi desa.

“Kami terkesan atas adanya Kampung Marketer, sehingga tertarik untuk kami teliti,” tegasnya.

Penelitian tim Program Kreatifi tas Mahasiswa (PKM) Penelitian Sosial Humaniora Unnes akhirnya berhasil menemukan rahasia kesuksesan Kampung Marketer dan dampak terhadap masyarakat.

Puji Novita Sari, Susmy Lianingsih, dan Yulia Sandra Sari, mereka adalah anggota tim peneliti Unnes yang berhasil mengungkap kesuksesan Kampung Marketer dan dampak sosial ekonominya terhadap masyarakat.

“Kami juga dibantu dosen Pembimbing Nurdian Susilowati SPd MPd,” jelasnya kepada Jateng Pos.

Yulia menambahkan, dalam penelitian ada responden yang digunakan dalam pengambilan data, yakni owner Kampung Marketer, karyawan, masyarakat yang diberdayakan, dan masyarakat Desa Tunjungmuli serta wawancara dengan Camat Karangmoncol.

Susmy menambahkan, hasil penelitian lain yang ditemukan bahwa Kampung Marketer sudah memberdayakan pemuda berusia 20-25 tahun sebesar 52%. Kampung Marketer mampu menekan arus urbanisasi, tercatat 40,5 berlatar belakang pekerjaan di PT/pabrik, dan sekarang banyak pemuda memilih bekerja di Kampung Marketer, karena sekitar 56% masyarakat memiliki pendapatan sebesar Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000.

“Adapun rencana penelitian ini akan kami jadikan buku yang membahas kesuksesan socialpreneur kampung marketer. Buku ini sedang diproses oleh tim,” pungkasnya. (gus/ biz/sgt)