Beranda Lifestyle Tembang Corona, Seni dan Doa Karya Budayawan Agar Indonesia Segera Terbebas Wabah...

Tembang Corona, Seni dan Doa Karya Budayawan Agar Indonesia Segera Terbebas Wabah Covid19

114
H. Sudarmin, pencipta tembang Corona.

JATENGPOS.CO.ID, SOLO  –  Tembang Corona karya Sudarmin, Ketua Yayasan Panakawan Jawa Tengah, menjadi viral di sejumlah media sosial. Tembang dengan bahasa Jawa sehari hari ini memadukan karya seni lelagon yang didalamnya berisikan doa.

“Tembang Corona ini mempunyai makna agar masyarakat mengerti dan lebih waspada atas wabah Corona. Sekaligus mengajak masyarakat untuk berdoa minta pada Tuhan agar segera terbebas dari wabah Covid19 ini,” kata Sudarmin, Selasa (21/4/2020).

Budayawan yang tinggal di RT 02 RW 05 Dukuh Wunut Tulung Klaten ini, mengaku tembang Corona tercipta karena keprihatinan atas merebaknya wabah corona yang menyebar dengan cepat.

“Saya ciptakan tembang ini pada 28 Februari 2020 kemarin hanya dalam waktu dua jam saja, saat saya bagikan di grup WA banyak yang suka. Lalu saya rekam dan tulis notasinya,” kata Sudarmin yang pensiunan Guru SMAN 1 Teras Boyolali.

Tembang tersebut murni diciptakan sendiri, tidak menyadur atau meniru Gending atau Tembang lainnya. Tidak hanya tembang Corona, Sudarmin juga menciptakan sejumlah tembang lain.

Sudarmin berharap tembang tersebut bisa menjadi penyeimbang ditengah pemerintah dan para tenaga medis berjuang mengatasi wabah, kami sebagai budayawan mengingatkan masyarakat melalui seni lelagon atau tembang.

“Saat ini sedang proses mendaftarkan hak cipta. Karena setelah viral banyak dinyanyikan orang atau kelompok seni tanpa mencantumkan nama saya sebagai pencipta.” Tandas Sudarmin.

Ini naskah atau lirik asli tembang Corona ciptaan Sudarmin sesuai konsep awal.

Corona corona lelara nggegerke donya.
Corona Corona tekane rakandha kandha.
Asale saka Cina, tambane durung ana mulane aja sembrana, nulare wis mrana mrana.
Ayo kanca, ayo kanca kabeh sing padha was pada,
Mbudi daya jalali karo ndedonga.
Sapa ngerti cobane kang Kuwasa.
Ngelingake mring kabeh para manungsa,
Salawase uripe kakean dosa.
Lha illah ha ilalloh, lha illah haillalloh,lha illah ha illalloh, Muhammad durosululloh. (dea)