Tepuk Tangan Tingkatkan Kreatifitas Siswa Bernyanyi

Covid sudah 3 tahun berlalu, namun anak-anak masih kurang termotivasi dalam belajarnya. Entah mengapa demikian, terbukti hasil belajarnya semakin ke sini mutu pendidikan semakin berkurang. Dalam mata pelajaran yang paling mudah pun anak –anak kelas VI SD  Brengkol mengalami kesulitan, yaitu pada mata pelajaran SBdP pada bagian menyayi. Pelajaran menyayi anak-anak kurang termotivasi menyanyikan lagu-lagu wajib  dan lagu Nasional. Sebagai pendidik, penulis merasa perihatin sekali dengan anak-anak sekarang. Yang hanya senang menyayikan lagu-lagu yang sedang viral baik di HP maupun di televise. Sedangkan lagu-lagu Nasionl yang mengandung unsur pendidikan, dan mengenang sejarah kurang diminati.

                     Oleh sebab itu penulis menemukan cara agar anak-anak termotivasi belajar bernyanyi lagu-lagu nasional dengan bertepuk tangan ( membirama ) sehingga dalam beryanyi denga hati senang dan melatih ketrampila tangan. Pada awalnya banyak siswa yang kurang peka dalam bertepuk tangan dengan bernyanyi, antara tangan dan menyanyinya tidak sesuai dengan ketukan. Dari 29 siswa setelah saya adakan penilaian  Minggu pertama hanya ada 6 siswa yang berhasil menyanyi sambil tepuk tangan dengan baik dan benar. Minggu ke dua 9 siswa, Minggu ke tiga 12, dan tinggal 3 anak yang belum berhasil. Sampai sekarang ini Alhamdulillah semua sudah dapat bernyanyi dengan bertepuk tangan. Bertepuk tangan/ membirama tidak hanya untuk satu lagu tapi dapat untuk menyanyika lagu-lagu yang lain. Misal menyanyikan lagu Desaku Yangku Cinta dapat diganti lagu Nasional yang lain seperti lagu Berkibarlah Benderaku atau lagu anak-anak yang lain seperti  Burung kakak tua. Hal ini dapat menambah kreatifitas anak.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta. Pengertian kreativitas lainnya adalah daya cipta.

Bahkan menurut KBBI, pengertian kreativitas memiliki empat arti. Kreativitas adalah sebuah homonim karena artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.

Kreativitas memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda, sehingga kreativitas dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada, menurut Supriadi (1994)

Ciri orang yang kreatif menurut Mihaly Csikszentmihalyi, dalam Creativity – Flow and the Psychology of Discovery and Invention:

Orang yang mengekspresikan pikiran yang tidak biasa, yang menarik dan merangsang – singkatnya, orang yang tampak sangat cerdas. Orang yang mengalami dunia dengan cara baru dan orisinal. Ini adalah individu-individu (kreatif secara pribadi) yang persepsinya segar, yang penilaiannya berwawasan luas, yang mungkin membuat penemuan-penemuan penting yang hanya diketahui oleh mereka.

Sedangkan ciri-ciri kepribadian kreatif sebagai berikut: Individu yang kreatif memiliki banyak energi, tetapi mereka juga sering diam dan tenang. Individu yang kreatif cenderung cerdas, namun juga naif pada saat yang sama. Individu yang kreatif memiliki kombinasi antara main-main dan disiplin, atau tanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.

Dengan demikian penulis semangat untuk menggali potensi anak dalam pembelajaran SBdP pada bagian menyanyikan lagu-lagu nasional dengan cara memberi tugas secara berkelompok menyanyikan lagu dengan tepuk tangan ( membirama ) dan mencari lagu-lagu yang dapat dinyanyikan dengan membirama.. Untuk meningkatkan kreatifitas anak lebih trampil dalam membirami, kami penulis menambah  dengan literasi sebelum pembelajaran dimulai. Demikian sekelumit pengalalaman penulis dalam memberikan pembelajan SBdp, semoga bermanfaat untuk teman,teman semuanya..

Oleh :

Surip, S.Pd.SD

Guru SD N Brengkol, Pituruh, Purworejo