Terbengkalai Proyek Jembatan Ganefo Diputus Kontrak

Proyek Jembatan Ganefo, Tangen Sragen yang mangkrak. Foto: ARI SUSANTO /JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Pembangunan jembatan Ganefo yang menghubungkan Tangen – Ngrampal, Sragen untuk yang ketiga kalinya kembali terbengkalai. Pasalnya, hingga habis masa pekerjaan, proyek dengan dana Propinsi Jateng Tahun Anggaran (TA)  2022, Rp 18,5 miliar ini juga tidak selesai. Bahkan PT Satya Cipta Perkasa, Semarang, selaku pelaksana proyek dikabarkan telah diputus kontrak.

Anggota Komisi D DPRD Propinsi Jateng Untung Wibowo Sukowati mengatakan, soal proyek Jembatan Ganefo diputus kontrak, secara teknis pihaknya belum tahu persis. Namun saat pengecekan dilapangan progresnya  tidak menggembirakan, banyak kendala.

“Bukan masalah biaya tapi lebih ke metode pekerjaan, teknis yang disusun dinas itu nggak relevan dengan sungai yang arusnya sebesar itu, ” papar Bowo sapaan akrab Untung Wibowo Sukowati, Selasa (29/11).

Menurut Bowo, diawal itu ada teknis yang mestinya mereka lakukan sebelum memasang tiang pancang. Karena kedalaman luar biasa kemarin itu sampai puluhan meter belum tembus ke bawah.

Sehingga metode teknis harus di rubah.

“Kalau nilai pagu kontraknya tidak kurang, cuma memang kendala teknis pekerjaan,” tutur Bowo.

Sebenarnya, kata Bowo, muncul opsi untuk pengerjaan proyek jembatan Ganefo itu diperpanjang hingga bulan April 2023. Hanya saja, pihak pelaksana tentunya yang paham. Untuk anggaran jembatan Ganefo lebih besar dibanding jembatan Mranggen, Demak. Tapi pelaksana nampaknya kesulitan lokasi.

Tetapi dipastikan pekerjaan jembatan Ganefo tetap dilanjutkan untuk tahun depan. Kalau anggaran, baru ditetapkan tapi tentunya sesuai tahapan teknis dan ditambah. Hanya saja, melihat situasi harus dirubah lagi susunan anggarannya. Karena melihat pekerjaan terakhir belum ada 50 persen.

“Kendala yang dihadapi ,berarti zaman bung Karno lebih hebat. Alat aja minim kok bisa bangun jembatan yang sampai sekarang masih kuat. Jadi perhatian kita. Zaman dulu udah pasti minim lah alatnya,” ujar Bowo.

Diketahui proyek jembatan Ganefo sudah dilakukan tiga kali pekerjaan. Anggaran awal yang terkena recofusing hanya mampu membuat pondasi bibir sungai sebesar Rp 3 miliar. Kemudian tahap kedua anggaran Rp 20 miliar. Namun pelaksana tahap kedua dikabarkan kabur hingga proyek terbengkalai. Kemudian tahap ketiga anggaran Rp 18,5 miliar juga tidak kelar. (ars)