Terbitkan Perbup Bebas Asap Rokok

Ilustrasi

JATENGPOS.CO.ID, REMBANG — Ribuan masyarakat Kabupaten Rembang mengikuti Deklarasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tahun 2017, di Alun- alun Rembang baru-baru ini. Deklarasi dilakukan untuk bersama menanggulangi penyakit yang mendominasi penyebab utama kematian di wilayah setempat.

Penyakit menular tersebut antara lain kolera, diare, disentri dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Selain penyakit  tidak menular, yang menjadi ancaman utama penyebab kematian, seperti penyakit  jantung, hipertensi, gagal ginjal, kanker dan kencing manis.

Hal itu dikatakan Bupati Rembang Abdul Hafidz, saat acara Deklrasi Germas tahun 2017. Deklarasi juga dihadiri Wakil Bupati Bayu Andriyanto, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso, Sekda Subakti dan jajaran Kepala OPD Pemkab Rembang

Bupati Hafidz mengatakan, berdasarkan data dari BPJS Kesehatan membuktikan bahwa 5 penyakit tersebut, telah menyerap anggaran hampir 40 persen dari BPJS kesehatan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata Hafidz, perlu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan bersama- sama.

“Presiden pun telah menerbitkan Inpres Nomor 1 tahun 2017 tentang Germas. Karena itu Pemkab Rembang mendukung program tersebut secara masif,” tegasnya.

Hafidz berharap seluruh peserta deklarasi Germas bisa menjadi pelopor gerakan hidup sehat, baik dikeluarganya maupun di masyarakat. Harapannya terbangun masyarakat yang sadar kesehatan dan tercipta kabupaten yang sehat, bersih dan kuat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr. Ali Syafi’i menambahkan, hidup sehat bisa meliputi menggerakan badan atau olahraga minimal 30 menit setiap hari, makan makanan bergizi, dan cek kesehatan secara rutin.

Selain itu, tidak merokok dan menghindari asap rokok, tidak buang air besar sembarangan dan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.

“Dari keenam kebiasan hidup sehat itu yang paling sulit menghilangkan asap rokok. Perlu perjuangan ekstra mengatasi asap rokok,” terangnya.

Asrofi mengaku sedang menyusun untuk Perbup di sekolah, tempat umum termasuk tempat ibadah bebas asap rokok. “Harapannya kedepan bisa didorong menjadi Perda,” pungkasnya.(sov/rif/pos)