Gauli Anak Kandung Sejak SD, Bapak Cabul Ditangkap

Terbongkar Karena Si Anak Mencoba Bunuh Diri

9
Tersangka Mar. ( foto : dekan bawono/ jateng pos)

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Sebuas buasnya Harimau tidak akan memakan anaknya sendiri. Namun justru berbeda dengan ulah Mar (42) warga dukuh Gamol RT 04 RW 06, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti ini. Ia tega menggauli anaknya sendiri sebut saja Bunga (16).

Mirisnya lagi, bapak kandungnya yang bekerja buruh serabutan itu menggauli Bunga sejak korban duduk di bangku SD hingga kini sudah menginjkak SMP.

Keterangan yang dihimpun dari gelar perkara, Rabu (24/11), kali pertama kelakuan Mar ini dilakukan sejak tahun 2009 saat Bunga masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Ceritanya pelaku sekeluarga pergi ke Karanganyar. Namun Mar dan korban pulang duluan. Saat itulah muncul niat busuk Mar dan Bunga pun digauli. Agar tidak bercerita kepada sang ibu, Mar mengancam korban dan memberi uang jajan.

Seiring perjalanan waktu, Mar rutin menggauli anak kandungnya sendiri. Seingat Mar, sejak bulan Agustus lalu ia menggauli anak kandungnya sendiri sebanyak 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Hal ini dilakukan di kamar atau di depan televisi ketika rumah sepi.

Pelaku menggunakan plastik es lilin sebagai ganti kondom untuk membungkus alat kelaminnya dan diikat gelang karet agar tidak lepas. Setelah menggauli anaknya hingga keluar air maninya, pelaku membuang ‘ kondom es lilin’ itu ke belakang rumahnya.

Mar terakhir kali menggauli korban pada tanggal 24 Oktober 2021 sekitar pukul 22.00 saat di depan televisi. Sebenarnya sang Ibu pernah memergoki aksi bejat dari suaminya itu, namun si ibu justru dihajar dan diancam oleh pelaku agar tidak membongkar aib ini.

Sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Demikian pula dengan ulah Mar ini. Ulah bejatnya terbongkar pada 28 Oktober lalu. Diawali dari peristiwa percobaan bunuh diri yang dilakukan korban. Saat dibujuk oleh gurunya, korban menceritakan apa yang sudah dilakukan oleh ayah kandungnya. Kejadian ini pun dilaporkan ke ibunya, kemudian dilaporkan ke Polres Salatiga.

Setelah mendapat laporan dari ibu korban, petugas langsung melakukan penyelidikan dan menangkap Mar saat berada di rumah. Dari penangkapan itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu satu buah plastik bening yang dipakai sebagai ‘kondom’, satu karet plastic, satu potong celana dalam warna hijau, satu potong celana panjang warna merah dan kaos pendek. Barang bukti lainnya berupa hasil visum et repertum terhadap korban dan juga hasil pemeriksaan psikologis terhadap tersangka.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana mengatakan, kasus ini terungkap saat korban mau mencoba bunuh diri. Saat dibujuk apa yang menjadi penyebabnya, korban menceritakan apa yang sudah dilakukan oleh bapak kandungnya. Kemudian kasus ini dilaporkan ke Polres Salatiga.

Dikatakan Kapolres, pelaku dijerat dengan pasal perbuatan cabul terhadap anak atau persetubuhan anak dengan pasal 82 ayat 92) jo 76 atau pasal 81 ayat (3) jo 76 D Undang-Undang RI no.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang no.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang.

“ Pelaku diancam hukuman 5 hingga 15 tahun penjara,” jelas Kapolres Salatiga. (deb)