Beranda Semarang Terkait Reuni Alumni 212, Ketua MUI Jateng: Sebaiknya Tidak ke Jakarta

Terkait Reuni Alumni 212, Ketua MUI Jateng: Sebaiknya Tidak ke Jakarta

Tanggapi Reuni PA 212

24
KH AHMAD DARODJI
KH AHMAD DARODJI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji MSi menanggapi rencana kegiatan akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212. Rencananya mereka akan menggelar reuni pada Senin (2/12) mendatang di Jakarta.

MUI Jateng berharap, hendaknya murni untuk kegiatan ibadah, bukan pengerahan massa yang rawan ditumpangi kepentingan politik.

“Jangan pernah ada bendera-bendera yang dikibarkan selain bendera Merah Putih. Ini untuk menjaga ketentraman dan kedamaian. Jangan ada kepentingan politik dan kepentingan lainnya yang memanfaatkan pengerahan massa,” ujar Dr KH Ahmad Darodji MSi.

Ketua MUI Jateng ini menambahkan perlunya kesepakatan hitam diatas putih antara penyelenggara dengan otoritas keamanan tentang apa saja kegiatan yang digelar agar jangan melenceng dari tujuan yang diketahui massa yang mengikutinya. Terkait dengan sejumlah potensi kerawanan yang bakal muncul, seperti adanya pihak yang menumpangi dengan agenda lain dan bakal menyebabkan masalah sosial seperti kemacetan lalu lintas, KH Ahmad Darodji justru meminta masyarakat bisa memikirkan untung dan ruginya.

“Kalau saya sih mendingan tidak usah ikut berangkat ke Jakarta. Pertimbangannya pertama menghindari kerawanankerawanan yang bisa terjadi, juga untuk menghemat beaya. Lebih baik biaya dialihkan untuk kebutuhan lain daripada untuk transportasi ke Jakarta. Untuk menggelar pengajian bisa juga kita lakukan di sini. Sama saja kita berdoa di mana saja untuk negara. Di sini maupun Jakarta”, papar Ketua MUI Jawa Tengah.

Sementara Pengamat Politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang M Yulianto menilai kegiatan PA 212 makin berkembang seiring dengan iklim demokrasi dan adanya kelonggaran yang diciptakan pemerintah. Mereka makin membesar sebagai hegemoni demokrasi yang mengusung simbol-simbol Islam.

“Selama mereka bisa mempertahankan suasana sejuk dan damai yang dibangun, tentu tidak akan menjadi persoalan. Namun bila sudah berubah menjadi dis-harmoni dengan banyaknya kepentingan yang masuk, maka dikhawatirkan akan berhadapan dengan masyarakat, bahkan negara”, ujar M Yulianto.

Berkaitan dengan munculnya indikasi ‘penyusup’ yang memanfaatkan momentum Reuni Persaudaraan Alumni 212 yang akan digelar Senin (2/12) yang akan datang, M Yulianto menilai wajar sebagai bentuk warning. Oleh karenanya hal tersebut perlu diantisipasi. Gus Iwan, tokoh muda Wakil Ketua I Laskar Merah Putih Jawa Tengah terpisah sependapat dengan KH Ahmad Darodji. Siapapun yang hendak ke Jakarta dalam kaitannya dengan kegiatan massa PA 212 harus mempertimbangkan lebih jauh efektifi tasnya. (praswd/biz/sgt)