Teror 7 Gol di Old Trafford

JATENGPOS.CO.ID,  MANCHESTER – Manchester United berhasil mengalahkan Liverpool di perempat final FA Cup 2023/2024. Bermain di Old Trafford, Manchester United menang dengan skor 4-3 lewat perpanjangan waktu.

Empat gol Manchester United dicetak oleh Scott McTominay, Antony, Marcus Rashford, dan Amad Diallo. Sementara itu gol Liverpool dipersembahkan Alexis Mac Allister, Mohamed Salah, dan Harvey Elliott.

Dengan hasil ini, Manchester United pun berhak melaju ke semifinal. Sementara itu mimpi Liverpool meraih quadruple kandas.

Di laga semifinal Piala FA nanti, Manchester United akan bertemu tim kejutan Conventry City yang sebelumnya berhasil menyingkirkan Wolverhampton.

Dramatis. Itulah gambaran yang tepat pada North West Derby antara Manchester United kontra Liverpool di Old Trafford, Minggu (17/03/2024) malam WIB.

Rasmus Hojlund kembali memimpin lini depan Man United, begitu juga Aaron Wan-Bissaka yang kembali menjadi starter di pertahanan pada formasi 4-2-3-1. Liverpool turun dengan 4-3-3 dan mengandalkan Mohamed Salah, Darwin Nunez, dan Luis Diaz di lini depan.

MU memulai laga dengan baik. Serangan yang dibangun rapih dan membuat Liverpool kerepotan, khususnya dengan kualitas teknik yang diperlihatkan Kobbie Mainoo.

Alhasil, gol tercipta di menit 10 ketika bola sepakan Alejandro Garnacho ditepis Caoimhin Kelleher, kemudian bola rebound disambar oleh Scott McTominay dan berbuah gol. Man United unggul 1-0.

Selepas gol tersebut Man United mengancam pertahanan Liverpool, khususnya dari serangan balik, tetapi Liverpool perlahan mampu mengambilalih penguasaan bola dan semakin intens menyerang sejak tertinggal.

Permainan pun berubah dan Liverpool mengurung Man United di pertahanan mereka. Tuan rumah memiliki beberapa peluang yang tak berbuah gol, sementara Liverpool sukses mencetak gol penyama kedudukan di menit 44.

Dari bola yang direbut di pertahanan Man United, Jarell Quansah memberikan bola kepada Nunez yang memberikan bola kepada Alexis Mac Allister dan berbuah gol kala tendanganya terkena defleksi. 1-1 Liverpool menyamakan kedudukan.

Liverpool benar-benar melakukan comeback sebelum turun minum. Mo Salah membalikkan keunggulan menjadi 2-1 kala menyambar bola rebound tepisan Andre Onana, yang menghadang peluang dari Nunez. Liverpool unggul 2-1 di babak pertama.

Liverpool coba mengatur tempo bermain dan mencari gol yang dapat membunuh laga. Man United pun tidak banyak menciptakan peluang, bahkan bermain dengan risiko karena keluar untuk menyerang di Old Trafford.

Erik ten Hag membuat pergantian yang berani, cenderung dipertanyakan, dengan masuknya Antony dan Harry Maguire menggantikan Hojlund dan Wan-Bissaka di menit 72. Serta Christian Eriksen di menit 81 dan Amad Diallo di menit 85.

Eriksen menggantikan Kobbie Mainoo yang tampil bagus, sedangkan Diallo menggantikan Raphael Varane yang notabene bek tengah. Man United bermain ofensif dan itu terbayarkan melalui gol penyama kedudukan di menit 87.

Antony menerima bola liar di kotak penalti Liverpool, dikepung tiga pemain Liverpool, dan menendang bola dengan kaki kanan – kaki terlemahnya, membuat Kelleher terkejut dan kedudukan sama kuat 2-2.

Liverpool menyesal tidak mengonversi beberapa peluang lainnya menjadi gol di babak kedua, khususnya dari serangan balik. Terlebih, Jurgen Klopp telah menarik keluar Mo Salah dan digantikan dengan Cody Gakpo.

Selepas gol Antony Man United terus menekan dan coba mencetak gol. Momen untuk mengakhiri laga dalam waktu 90 menit hampir terjadi melalui Rashford yang menerima operan Eriksen, tapi, bola sepakannya melebar dari gawang Liverpool. Laga berlanjut ke babak tambahan.

Babak tambahan diwarnai dengan banyak momen dramatis dari kedua tim yang sudah sama-sama lelah. Fans Liverpool sempat bergemuruh kencang ketika pada menit 105, pemain pengganti Elliott mencetak gol. Sepakannya terdefleksi Eriksen dan membuat Onana salah langkah. Liverpool unggul 3-2.

Liverpool coba mempertahankan keunggulan tersebut, tetapi pada menit 112 mereka kehilangan kontrol di lini tengah, Man United melancarkan serangan balik dari McTominay dan Rashford kali ini tak menyiakan peluang. Skor sama kuat 3-3.

Pertandingan pun tampak akan dilanjutkan ke adu penalti. Tapi, di Teater Impian, drama terjadi pada menit 120+1 dari serangan balik cepat dua pemain muda Man United, Alejandro Garnacho dan Amad Diallo.

Garnacho mendribel bola dekat kotak penalti Liverpool, memberikan assist untuk Diallo yang mencetak gol kemenangan Man United. Diallo menerima kartu merah, hasil kartu kuning kedua, karena selebrasi membuka baju.

Namun, kartu merah itu dilupakan fans Man United karena gol Diallo jadi penentu kemenangan atas rival bebuyutan. Man United menang 4-3 atas Liverpool di Old Trafford.

Amad Diallo Pemain Timnas Pantai Gading itu mencetak gol pada menit ke-121. Gol itu membuat Liverpool kehilangan kans meraih quadruple dan Old Trafford bergemuruh.

Berawal dari menerima passing Alejandro Garnacho dalam situasi serangan balik dan Amad Diallo menyelesaikannya dengan tendangan tajam ke sisi kiri gawang Liverpool.

Usai pertandingan, pemain berusia 21 tahun ini berbicara kepada MUTV. Amad Diallo menyebut setiap momen bersama MU bak sebuah mimpi.

“Saya berada di Sunderland musim lalu dan impian saya adalah bermain untuk MU. Jadi saya di sini untuk bermimpi setiap saat. Setiap momen seperti sebuah mimpi. Di dalam latihan, di lapangan, setiap tahun adalah teman bagi saya. Saya sangat senang bisa mencetak gol hari ini,” ujar Amad Diallo.

Lebih lanjut Amad Diallo mengatakan skuad MU harus bermain seperti pertandingan melawan Liverpool untuk memenangkan setiap pertandingan.

“Bagi MU, setiap pertandingan adalah final Liga Champions. Setiap tim ingin mengalahkan MU, jadi kami harus memenangkan setiap pertandingan. Jadi, jika Anda ingin memenangkan setiap pertandingan, Anda harus bermain seperti layaknya final Liga Champions,” terang Amad Diallo. (bls/bol/riz)