Tidak Ada Perundungan di SMAN 2 Salatiga , Duta Bonang untuk Lawan Bulying Antar Teman

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA –  Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Salatiga Tentrem Lestari SPd, MSc mengatakan SMAN 2 Salatiga merupakan sekolah pelopor pendirian SSK (Sekolah Siaga Kependudukan) di Kota Salatiga. Peluncuran Program SSK di SMAN 2 Salatiga dilakukan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Salatiga, Yuni Ambarwati SH bulan November 2022 lalu.

“Pembentukan SMAN 2 Salatiga sebagai Sekolah Siaga Kependudukan diharapkan mendukung program-program pemerintah terkait dengan kependudukan dan kemanfaatan lainnya. Salah satu kemanfaatannya adalah menghindari aksi bullying, kekerasan dalam rumah tangga dan lainnya,” jelas Tentrem Lestari.

Sebagai sekolah yang berpredikat sebagai Sekolah Siaga Kependudukan Tingkat Paripurna, maka SMAN 2 Salatiga mengintegrasikan ke sekolah-sekolah lain agar menjadi rintisan SSK atau bisa dikatakan SMA Negeri 2 sebagai pilot projeck Sekolah Siaga Kependudukan.

Adapun tema SSK yang digagas siswa SMAN 2 bernama “Gamelan Adi Luhung”, dimana di dalam salah satu dutanya ada Duta Bonang yang artinya bersama-sama lawan bullying antar teman. Juga ada Gong yang artinya genersai muda gotong royong dan duta-duta lainnya. “ Juga membentuk pojok Konseling Sebaya. Siswa juga membentuk Duta SSK yang salah satunya adalah Duta Bonang yang berarti bersama-sama Lawan Bullying Antar Teman. Tidak hanya itu, Duta SSK SMAN 2 Salatiga bersama Polsek Argomulyo juga melakukan sosialisasi dan menolak adanya  bullying,” tandas Tentrem Lestari.

Dikatakannya, dengan Motto Generasi Milenial Yang Berbudi Luhur dan Unggul, SMAN 2 Salatiga berharap mampu mencetak generasi yang kuat dan tangguh menghadapi situasi apapun, tetap mengutamakan pendidikan karena menyadari tantangan ke depan yang semakin berat.

Terkait dengan dugaan bullying/perundungan, Tim TPPK ( Tim Pencegahan Penangganan Kekerasan) SMA 2 dibersamai Polsek Argomulyo melakukan investigasi dan sudah bekerja secara independen dan maksimal. Hasil dari investigasi membuktikan bahwa dugaan perundungan sebagaimana yang diberitakan sama sekali tidak terbukti, sehingga dengan demikian  dugaan bulying yang beredar tidak benar.

 “ Jadi saya tegaskan bahwa dari hasil investigasi Tim TPPK,  fakta membuktikan bahwa tidak ada pem-bully-an di SMAN 2 Salatiga, sehingga berita yang sebelumnya beredar tentang dugaan pem-bully-an sama sekali tidak benar,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tentrem Lestari,S.Pd.,M.Sc.

Ditegaskan Tentrem Lestari, bahwa SMAN 2 Salatiga menolak dengan tegas segala bentuk perundungan, sehingga ketika ada laporan dugaan perundungan, pihaknya langsung bergerak cepat  dengan melakukan home visit untuk klarifikasi dan kroscek.” Tim TPPK sekolah yang dibersamai Polsek Argomulyo bergerak cepat dan hasilnya membuktikan bahwa memang tidak ada perundungan di SMAN 2 Salatiga. Kami SMA Negeri 2 Salatiga menolak dengan tegas segala bentuk perundungan dan hasil tim investigasi membuktikan tidak ada bullying,” pungkasnya. (deb)