Tiga Tahun Kota Solo Dipimpin Gibran – Teguh, Banyak PR Pembangunan

Refleksi 3 Tahun Gibran dan Teguh memimpin kota Solo di gelar di Pendapi Gede Balaikota Surakarta.(ade ujianingsih/Jatengpos)

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Tiga tahun Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Teguh Prakosa pimpin Kota Solo, masih banyak PR fisik non fisik yang harus diselesaikan.

Gibran menyebut selama 3 tahun ini masih banyak pekerjaan rumah yang harus ia dan wakilnya selesaikan.

“Ya masih banyak yang perlu di selesaikan, program dan pembangunan-pembangunan fisik tapi kebanyakan sudah selesai pada tahun ini,” kata Gibran Rakabuming, Rabu (28/2/2024).

Meskipun ada beberapa proyek besar yang belum selesai, Gibran memastikan akan selesai pada tahun ini.

Sejumlah pembangunan fisik yang masih menjadi fokus perhatian diantaranya pembangunan viaduk Gilingan dan Jembatan Joglo, mengingat hingga sekarang belum selesai.

Selain pembangunan fisik juga masih banyak pembangunan non fisik yang masih menjadi beban. Seperti penurunan angka kemiskinan akan kita tekan terus, angka pengangguran, pembukaan lapangan kerja, penurunan stunting.

Sementara itu dalam acara Refleksi 3 tahun kepemimpinan Gibran – Teguh yang digelar Pemkot Surakarta di Pendapi Gede Balaikota Surakarta, Rabu (28/2/2024), sejumlah warga ikut hadir dan berdialog mengenai kinerja Walikota Gibran.

Sungkar, salah satu warga Solo, menagih janji Gibran dalam penyelesaian pembangunan Masjid Sriwedari dan Beteng Vastenburg.

“Saya ingin menagih janji Mas Gibran yang pertama adalah Masjid Taman Sriwedari dibangun hampir dua tahun ini. Saya masih ingat janjinya saat Musrenbang dua tahun yang lalu akan diselesaikan. Dan sekarang alhamdulillah menjadi RI 2, artinya punya kemampuan lebih untuk merampungkan,” kata Sungkar, Rabu (28/2/2024).

Gibran pun menjawab janji yang ditagih oleh Sungkar tersebut secara diplomatis. Ia menjelaskan bahwa Taman Sriwedari saat ini sudah 80 persen pembangunan, namun karena adanya masalah sehingga tidak bisa dilanjutkan.

“Pembangunan Masjid Sriwedari bukan bersumber dari APBD tapi CSR, saya dan Pak Teguh sudah menyelesaikan masalah hukumnya, nanti panitia masjid tinggal meneruskannya,” kata Gibran. (dea)