Tingkatkan Motivasi Belajar Teks Observasi dengan Outing Class

Yuli Kusumawati, S.S.,M.Pd. Guru bahasa Indonesia SMK N 1 Miri Sragen

Belajar menjadi momok bagi siswa. Bahkan belajar menjadi suatu hal yang menakutkan. Mendengar kata belajar saja, siswa sudah bermalas-malasan. Kegiatan belajar siswa masih rendah. Hal ini terlihat dari siswa yang tidak antusias dalam mengikuti pembelajaran. Daya kreatif dan inovatif siswa menjadi tidak muncul. Hal tersebut membuktikan bahwa motivasi belajar siswa benar-benar sangat rendah.

Motivasi belajar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu faktor eksternal  yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah guru. Guru harus kreatif dalam mengelola kelas. Sebagus apapun metode dan model pembelajaran dari guru jika siswa tidak dapat dikelola dengan baik maka motivasi belajar siswa tidak tercapai.  Guru sangat berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik. Generasi cerdas dan berwawasan tinggi akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang berkualitas. Guru harus melakukan inovasi dalam dunia pendidikan agar siswa dapat menikmati pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang menarik bagi siswa adalah pembelajaran di luar kelas.

Pembelajaran di luar kelas atau di luar ruangan sering disebut outing class. Pembelajaran outdoor merupakan salah satu teknik pembelajaran yang menekan pada pengalaman seseorang yang diperoleh melalui tindakan di lapangan (Sumarni, 2012:98). Pembelajaran outing class dapat dilakukan dengan cara mengajak siswa belajar di taman, mengajak siswa jalan – jalan di lingkungan sekitar sekolah, melakukan pengamatan di museum, melakukan pembelajaran di dunia industri, mengadakan outbond. Pembelajaran di luar kelas tentu akan menjadi sebuah pengalaman bermakna yang sulit dilupakan oleh siswa.

 Pembelajaran di luar kelas ini dilaksanakan di SMK N 1 Miri Sragen pada kelas X TKR3 tahun pelajaran 2020/2021 dengan materi teks laporan hasil observasi. Pembelajaran outing class membuat siswa tidak jenuh. Siswa setiap hari selalu mengikuti pembelajaran di ruang kelas dari pagi sampai sore. Kondisi ruangan kelas yang monoton membuat siswa bosan. Beberapa manfaat pembelajaran outing class adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga muncul inspirasi – inspirasi baru. Manfaat yang lain adalah siswa mudah menerima informasi dari guru sehingga pengetahuan lebih bertambah luas. Merangsang kreativitas dan menambah kepedulian terhadap alam sekitar.

Dengan pembelajaran di luar kelas, siswa akan semakin termotivasi dalam belajar sehingga ilmu pengetahuan yang disampaikan lebih mudah diserap.

Pembelajaran di luar kelas ini mengambil tema laporan hasil observasi. Siswa bertugas melakukan observasi atau pengamatan suatu objek / benda. Objek yang diamati bisa berupa gedung, hewan, tumbuhan, orang, dan masih banyak lagi. Siswa bersama kelompoknya akan mengamati objek sesuai dengan instruksi guru. Siswa diminta untuk keluar kelas sebebasnya untuk melakukan pengamatan. Siswa merasa senang karena mereka  merasa tidak terkekang di kelas terus-menerus. Mereka lebih leluasa dan lebih banyak mendapat inspirasi. Siswa mengamati objek secara rinci sehingga siswa benar-benar menjadi paham karena mereka melakukan sendiri. Mendengar penjelasan dari guru terkadang membuat siswa menjadi bosan sehingga membuat mereka tidak paham. Mereka bisa ke sawah untuk mencari belalang untuk diamati, mereka ke perpustakaan untuk mengamati gedung perpustakaan, mereka ke taman untuk mengamati bunga. Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan ketika siswa diajak berpencar keluar kelas bahkan siswa merasa senang karena belajar bisa sambil bercanda.

Yuli Kusumawati, S.S.,M.Pd.

Guru bahasa Indonesia SMK N 1 Miri Sragen