Tragedi Tewasnya 11 Siswa MTs di Ciamis Diawali dari Kejadian Ini

27
Petugas usai melakukan evakuasi. Foto : Antara.com

JATENGPOS.CO.ID, CIAMIS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menyatakan 11 siswa Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Ciamis yang tewas terbawa arus sungai terjadi saat mengikuti kegiatan Pramuka yang diselenggarakan oleh sekolahnya.

“Dalam kejadian itu siswa sedang melakukan kegiatan Pramuka susur sungai membersihkan sampah di sungai,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis Memet Hikmat melalui telepon, Sabtu.

Terpisah, Humas Mts Harapan Baru Dandeu Rifai menceritakan kronologi kejadian 11 siswa meninggal dunia setelah tenggelam saat susur sungai di Cileueur, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Pada Jumat (15/10), para siswa kelas VII dan VIII melaksanakan kegiatan program tadabur alam, yang diisi dengan pengenalan lingkungan dan bersih-bersih. Kegiatan tersebut memang sudah diprogramkan oleh pihak sekolah.

“Tiga hari sebelum kejadian dilakukan dulu survei lapangan termasuk memberikan tanda jejak mana saja jalur yang dilewati mana yang tidak,” ujar Dandeu di komplek Pesantren Cijantung, Sabtu (16/11).

Dandeu menjelaskan pada satu lintasan terletak di bantaran Sungai Cileueur. Di lokasi itu juga dilakukan pengenalan lingkungan dan bersih-bersih. Namun ketika dilakukan briefing, entah kenapa anak-anak ke pinggir sungai.

“Sebetulnya mau briefing untuk perjalanan berikutnya. Perjalanan terakhir sebelum kembali. Ada yang terpeselet, temannya langsung mencoba menarik terus diketahui pembimbing sudah agak terseret. Ada tiga pembimbing nyebur untuk menyelamatkan. Jadinya ada 11 orang. Posisinya awalnya ada yang mau menyelamatkan,” ungkapnya.

Menurutnya susur sungai dilakukan di pinggir atau bantaran sungai, tidak ke tengah sungai. Pihak sekolah pun sudah mewanti-wanti agar berhati-hati.

“Tidak ke tengah tapi di ujung bantaran, briefing sebelum melanjutkan rute. Ada yang tergelincir. Sebetulnya itu sudah diwanti-wanti. Guru yang diturunkan 12 orang. Pembimbing 9 orang. Juga kita turunkan dari Aliyah membantu acara tersebut,” jelasnya.

Pantauan, saat para korban tenggelam dievakuasi tidak ada yang mengenakan pelampung. Sedangkan kaitan dengan izin, pihaknya belum memberikan keterangan karena masih fokus melakukan beberapa hal pasca kejadian, salah satunya takziah ke keluarga korban. (ant/dtc)