Beranda Politik Tujuh Maklumat Ini jadi Hasil Keputusan Kongres Perempuan Jawa Tengah

Tujuh Maklumat Ini jadi Hasil Keputusan Kongres Perempuan Jawa Tengah

28
Plt Sekda Jateng Herru Setiadhie menerima Maklumat Kongres Perempuan pada Penutupan Kongres,, Selasa (26/11) di UTC Hotel Semarang.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Peserta Kongres Perempuan I Jawa Tengah menyerahkan tujuh maklumat hasil Kongres pada Penutupan acara yang diadakan Selasa (26/11) siang di UTC Hotel Semarang.

Ada tujuh maklumat yakni, mendorong dan memberikan ruang seluas-luasnya kepada perempuan untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan dan penentuan arah pembangunan, mendorong terciptanya relasi sosial yang aman, nyaman, dan tidak diskriminatif dalam rangka meningkatkan pemberdayaan perempuan, dan mendorong perempuan untuk menempati posisi strategis di pemerintahan, dunia usaha, perguruan tinggi dan masyarakat.

Maklumat berikutnya adalah mendorong terwujudnya kerja sama yang kuat antara perempuan dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, ormas, keagamaan dan komunitas dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang adil, demokratis dan sejahtera.

Kemudian, menguatkan kapasitas dan peran perempuan dalam membangun perdamaian, menghapus intoleransi, kekerasan, perdagangan perempuan dan perkawinan anak yang telah menghambat pemberdayaan perempuan, mengonsolidasikan dan menyinergikan seluruh pengetahuan, karya, temuan dan ketrampilan perempuan untuk mendorong terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan sejahtera.

Adapun maklumat terakhir adalah mendorong penghapusan norma sosial dan tradisi yang menghalangi perempuan untuk terlibat aktif dalam upaya mewujudkan tatanan sosial yang setara dan adil.

Maklumat tersebut diserahkan kepada Sekda Provinsi Jawa Tengah Heru Setiadhie yang menutup kegiatan kongres. Dia mengatakan, maklumat tersebut merupakan representasi persoalan yang dihadapi selama ini. Seperti toleransi yang saat ini menjadi barang mahal, atau relasi sosial yang semakin dijauhkan karena kehadiran smartphone.

“Tadi ada satu kata intoleransi. Sekarang sesama umat muslim saling mengafirkan. Apalagi dengan agama lain. Padahal ajaran kita Bhinneka Tunggal Ika. Saling menghormati,” tuturnya.

Herru juga mencontohkan persoalan terorisme yang pelakunya sebagian besar generasi millenial. Dia mensinyalir, perbuatan mereka sebagai akibat kurangnya komunikasi dan kasih sayang dari orang tua.

Pihaknya memastikan hasil yang telah disepakati dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan, baik jangka pendek, menengah maupun panjang. Setiap SKPD juga akan diminta untuk memberikan peran sesuai kewenangan mereka untuk membantu implementasi hasil kongres.

“Kalau betul-betul diimplementasikan, saya yakin Kongres Perempuan akan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara, khususnya Jawa Tengah,” pungkas dia.(rit)