Tujuh Warga Desa Lerep Umrah Bareng Gratis karena Disiplin Ikut Kumpulan BTPN Syariah

Tujuh nasabah Sentra Lerep Sitambal berfoto bersama dengan tim BTPN Syariah setelah dapat hadiah umrah gratis, rabu (13/6).

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG –  BTPN Syariah memberikan hadiah berupa umrah gratis untuk tujuh nasabah di Sentra Lerep Sitambal Dusun Soka RT 02 RW 04, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Mereka merupakan nasabah berprestasi karena disiplin hadir kumpulan, memiliki usaha yang berkembang, saling menginspirasi bagi warga setempat.

“Terima kasih kepada ibu-ibu yang senantiasa disiplin hadir dalam kumpulan setiap dua minggu sekali, bekerja keras dan akhirnya menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar,” ungkap Komisaris Utama BTPN Syariah, Kemal Azis Stamboel pada Rabu (12/06).

Kejutan ini disaksikan langsung oleh Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Semarang Yudinita Artsiani mewakili Bupati Semarang, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Sary Adrianto untuk mewakili Camat Ungaran Barat, Kepala Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat Sumariyadi, dan Kepala Dusun Soka Miftachul Arifin.

“Tak pernah menyangka sebelumnya kalau saya akan berangkat umrah tahun ini. Terharunya lagi, saya akan berangkat umrah gratis dengan semua anggota sentra. Kami yang biasanya duduk bareng kumpulan di sini, Insya Allah bisa duduk-duduk bareng juga di depan Ka’bah, beribadah bersama di Tanah Suci,” ungkap Nurul Hidayah, salah satu warga Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Semarang Yudinita Artsiani berharap kumpulan nasabah di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat ini dapat menginspirasi segmen ultra mikro lain agar tumbuh.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Semarang terima kasih kepada BTPN Syariah karena telah memberikan hadiah umrah gratis, khususnya di Desa Lerep. Kami berpesan ibu-ibu di sentra ini terus melanjutkan apa yang sudah ibu-ibu lakukan dan tularkan ilmu kepada segmen ultra mikro lain,” ujar Yudinita.

Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin mengatakan ibu-ibu nasabah akan berangkat umrah pada Oktober 2024 mendatang. Kabar bahagia ini sengaja diberikan sejak awal karena butuh beberapa proses yang harus dilakukan sebelum berangkat umrah.

“Kami sengaja menyampaikan bulan Juni ini karena ibu-ibu nasabah butuh membuat paspor, meminta restu dari keluarga khususnya suami, hingga membuat visa,” ucap Ainul.

Ia menjelaskan hadiah umrah gratis ini tak lepas dari usaha ibu-ibu nasabah yang sudah bekerja keras dan disiplin hadir dalam kumpulan yang digelar setiap dua minggu sekali.

Sebelumnya, tim dari BTPN Syariah juga mendatangi salah satu kumpulan di kota semarang yaitu Sentra Bulu Lor 01 di kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara, Selasa (11/6).

Kumpulan adalah wadah utama BTPN Syariah dalam memberdayakan masyarakat inklusi untuk membangun empat perilaku unggul, yakni Berusaha Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Melalui kumpulan, ibu-ibu nasabah tidak hanya mendapatkan akses keuangan, tetapi juga akses pengetahuan melalui pendampingan yang terukur.

“Kumpulan juga membuat hubungan ibu-ibu nasabah lebih solid dan kekeluargaan, sehingga saling mendukung satu sama lain dalam membangun usaha dan menggapai mimpi, seperti berangkat umrah,” ucap Ainul.

Ainul Yaqin, mengatakan bahwa target market dari pembiayaan yang BTPN Syariah adalah wanita prasejahtera yang telah mengikuti pertemuan Sentra. Sistem keanggotannya adalah dalam kelompok. “Sehingga, diseleksi oleh nasabah lain di kelompok itu,” katanya.

Menurut Kepala Pembiayaan Area Semarang BTPN Syariah, Budi Harto, Program ini menarik karena sebelum mendapatkan pembiayaan, para nasabah sudah mendapatkan pelatihan meliputi manajemen keuangan dan komitmen hadir. Sehingga ketika pencairan dana nanti sudah mendapatkan pendidikan yang pas.

“Dengan kumpulan ini juga, nasabah tak hanya mampu mengembangkan usahanya, tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.” Ungkap Budi Harto.

Salah satu yang telah merasakan keuntungan dari pendampingan terhadap Nasabah BTPN Syariah di kota semarang adalah Sukempi Nugraheni. Ia merintis usaha jualan es batu dengan modal awal Rp. 500 ribu pada 2013. Saat ini usahanya telah berkembang pesat hingga mampu menghasilkan omzet sekitar Rp1,1 juta per hari dengan keuntungan bersih sekitar Rp400 ribu per hari dari berjualan es batu kristal. Pembiayaan yang diberikan BTPN Syariah pun terus meningkat mencapai Rp35 juta.

“Alhamdulillah dulu modal sedikit, sekarang sampai Rp35 juta. Usaha pun terus tumbuh, untungnya sekarang sekitar Rp400 ribu per hari,” kata Sukempi.

Lurah Bulu Lor Agus Riyanto mengaku cukup terkesan dengan program yang dijalankan oleh BTPN Syariah. Selama 11 tahun program sentra yang telah berjalan terbukti mampu memberdayakan ibu-ibu rumah tangga menjadi perempuan yang berdaya.

“Pendampingan dua mnggu sekali dari program BTPN Syariah tentunya meningkatkan kemampuan pelaku memanajemen keuangan sehingga tetap produktif untuk pengembangan usaha,” ungkap Agus.

Senada, Sekretaris Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang Dilinov Kamarullah menilai pendampingan BTPN Syariah terhadap ibu-ibu nasabah membantu segmen ultra mikro di wilayah setempat. Dengan demikian, sektor ultra mikro tumbuh di Kecamatan Semarang Utara.

“Ini sangat membantu kami, Pemerintah Kota Semarang, dalam membina dan memberdayakan usaha mikro, khususnya perempuan. Dengan adanya BTPN Syariah, maka meningkatkan keberlangsungan masyarakat ultra mikro kami dan mengembangkan usaha ultra mikro di sini,” kata Dilinov.

Sebagai informasi, hingga kuartal I 2024, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp83,76 miliar kepada lebih dari 24 ribu nasabah di Kota Semarang.(Prast.wd/biz/sgt)