Tuntaskan Belajar Mengdentifikasi Tokoh Teks Fiksi dengan TPS

12
Tejo Suprapto, S. Pd. SD

Bahasa Indonesia selain sebagai alat komunikasi juga berfungsi sebagai alat dalam mempelajari literasi bacaan. pendidikan Bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada para siswa disekolah. Maka pelajaran ini kemudian diberikan sejak masih dibangku SD karena dari situ diharapkan siswa mampu menguasai , memahami dan dapat mengimplementasikan ketrampilan berbahasa seperti membaca, menyimak dan berbicara. Materi Bahasa Indonesia pada kelas IV tema 8 membahas tentang Identifikasi tokoh dalam teks fiksi. Materi ini dijelaskan lebih rinci pada Kompetensi dasar (KD) 3.9 Mencermati tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi. dan Kompetensi Dasar (KD) 4.9 Menyampaikan hasil identifikasi tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi secara lisan, tulis, dan visual.

Aktifitas pembelajaran Bahasa Indonesia yang berlangsung dikelas IV SDN 01 Kesesirejo, kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang pada materi hasil identifikasi tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi cenderung sulit untuk bisa mencapai ketuntasan, karena siswa tidak fokus dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Banyak siswa yang kurang antusias dalam belajar Bahasa Indonesia pada materi tersebut. Mereka menganggap materi itu sulit yang menyebabkan siswa kurang tertarik untuk mengikuti pembelajaran dikelas. Sehingga dibutuhkan penggunaan model pembelajaran yang bisa menumbuhkan minat belajar siswa.

Model pembelajaran think pair share (TPS) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Model ini mengedepankan siswa untuk berperan aktif bersama dengan teman kelompoknya dengan cara berdiskusi untuk memecahkan suatu permasalahan. Menurut Frank Lyman (1997:209), think pair share merupakan suatu cara yang efektif untuk membentuk variasi suasana diskusi kelas. Beberapa keunggulan model ini adalah think pair share meningkatkan kemampuan siswa karena siswa mengingat dan menyampaikannya kepada siswa lain yang masih dalam kelompokya. Siswa saling menyampaikan idenya dalam menyelesaikan permasalahan bersama dengan teman kelompoknya.

 Adapun langkah langkah pembelajaran dalam menggunakan model think pair share adalah sebagai berikut : Pertama,  Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dilanjutkan dengan memberikan appersepsi mengenai materi yang disampaikan. Kedua, Guru menyampaikan  materi tentang Teks Fiksi baik definisi, Struktur teks maupun unsur kebahasaan didalamnya. Ketiga, Guru memberikan sebuah teks fiksi kepada siswa kemudian siswa diberikan waktu untuk menganalisis tokoh pada isi teks tersebut Keempat, siswa diminta untuk berpasangan guna mendiskusikan hasil analisis pada teks yang dibagikan. Kelima, Setelah di diskusikan dengan pasangan, kemudian mereka diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas, setelah itu siswa dari kelompok lain diminta untuk menanggapi hasil presentasi. Terakhir. Guru mengajak siswa untuk menarik kesimpulan bersama tentang identifikasi tokoh dalam teks fiksi.

Berdasarkan hasil analisis nilai Penilaian Harian Bahasa Indonesia  pada materi Analisis Tokoh dalam cerita fiksi di SDN 01 Kesesirejo, kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang diperoleh rata-rata nilai siswa 86,7 dan siswa tuntas mencapai standar ketuntasan sebanyak 95,73 %. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Think Pair Share akan menumbuhkan kreativitas dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga siswa tidak jenuh atau bosan selama proses pembelajaran dan hasil belajar siswa pun meningkat jika dibandingkan dengan model pembelajaran sebelumnya. Dengan Think Pair share pembelajaran Bahasa Indonesiapun menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.

Tejo Suprapto, S. Pd. SD

Guru SDN 01 Kesesirejo, kec. Bodeh, Kab.Pemalang