UMKM Naik Kelas Sinergi dalam Peningkatan Mutu Produk

COKE TOUR: Peserta di area manufaktur CCEP Indonesia di Bawen, Kabupaten Semarang setelah kegiatan Coke Tour, Jumat (22/4/2022). FOTO:IST/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN–Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sektor penggerak ekonomi terutama pada masa pandemi Covid – 19. Namun, rendahnya pengetahuan pelaku UMKM untuk menghasilkan produk dari sisi pengolahan dan pengemasan yang sesuai standar, masih menjadi kendala.

“Ada kekhawatiran pelaku UMKM terkait bertambahnya biaya produksi untuk menghasilkan produk dan kemasan yang sesuai standar aman,” kata Dimas Herdy Utomo pemilik Serabut Nusa, perusahaan reseller produk UMKM. Ia menambahkan, bahwa dengan pengolahan dan pengemasan yang baik, justru dapat meningkatkan kualitas sebagai daya saing produk UMKM dengan lainnya.

Pernyataan itu disampaikan saat diskusi terbatas bersama peserta Coke Tour, program kunjungan masyarakat ke fasilitas manufaktur Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia), pada Jumat (22/4/2022).
Kegiatan yang berlangsung di pabrik yang berlokasi di Kabupaten Semarang itu dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) sebagai narasumber. Sedangkan pesertanya, terdiri dari perwakilan UKM Center dan HIPMI Kabupaten Semarang.

Plant Operation Manager Semarang Plant CCEP Indonesia Ambrosius Padang Nurmandito mengatakan sebagai salah satu industri barang konsumsi terbesar di dunia, CCEP menerapkan standar produksi dan kualitas yang sama di seluruh wilayah operasionalnya.

Mengoperasikan delapan fasilitas manufaktur di Sumatra, Jawa, dan Bali, CCEP Indonesia memproduksi sejumlah minuman kemasan; soft drink (Coca-Cola, Fanta, dan Sprite), jus buah (Pulpy), susu (Nutriboost), serta teh (Frestea) dan air kemasan (Ades). “Kualitas yang kami hasilkan di sini, juga bagaimana produksi dilakukan, itu sama dengan yang berlaku di Eropa,” katanya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinkes Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Nurhidayat menyampaikan apresiasinya terhadap upaya edukasi kesehatan yang dilakukan CCEP Indonesia dalam kunjungan ini. Beliau juga menambahkan bahwa pola asupan makanan dan minuman yang seimbang, merupakan kunci menerapkan gaya hidup yang sehat. Melalui kegiatan ini, dapat menjadi media komunikasi antara usaha kecil dan besar dalam menciptakan peluang berkembang bersama.

Pengurus UKM Center Kabupaten Semarang Budi Prasetyawan mengatakan kunjungan ini menjadi pengalaman pertama bagi dia dan rekan-rekannya melihat langsung proses produksi minuman. Kesan pertama yang ia dapat ketika memasuki fasilitas manufaktur tersebut adalah penerapan keselamatan kerja, semisal kewajiban penerapan protokol kesehatan. “Keselamatan dan kesehatan menjadi keutamaan,” katanya.

Regional Corporate Affairs Manager-East Armytanti Hanum Kasmito mengatakan CCEP Indonesia berkomitmen menjalankan bisnis berkelanjutan. Selain menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas, produk yang dihasilkan dipastikan ramah lingkungan dan kesehatan konsumen.

Dari sisi kemasan plastik misalnya, kata dia memberi contoh, CCEP Indonesia kini mendirikan PT Amandina Bumi Nusantara, satu perusahaan daur plastik di Bekasi, Jawa Barat sebagai upaya untuk berkontribusi mengurangi sampah plastik di Indonesia. “Kami juga mengubah botol Sprite dari berwarna hijau menjadi bening sehingga memudahkan proses daur ulang,” katanya.

Kegiatan ini juga berlangsung di fasilitas manufaktur CCEP Indonesia lainnya. Di area Pasuruan, kunjungan ini diwakili oleh UKM Jogoboyo Surabaya, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Sidoarjo dan  perwakilan Lembaga Bantuan Hukum Surabaya. Lain halnya dengan yang di Bali, hadir dalam kunjungan perwakilan dari yayasan BEDO, Yayasan non-profit yang berkomitmen dalam pemberdayaan lingkungan dan Indonesia Council for Small Business (ICSB), Organisasi non-profit yang fokus pada pemberdayaan UKM. (biz/muz)