Unjuk Rasa, SPSI Jateng Kawal Tuntutan Kenaikan Upah 13 Persen

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Massa dari pekerja buruh yang bergabung dalam Serikat Pekerjaan Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa jelang diumumkannya Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 hari ini.

Aksi damai unjuk rasa tersebut, dilakukan di Jalan Pahlawan tepatnya di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Mereka berorasi, guna mengawal tuntutan agar terpenuhi yang diungkapkan secara langsung sembari membawa sejumlah poster tulisan.

Ada sekitar 13 perwakilan buruh masuk ke kantor Gubernur Jawa Tengah untuk beraudiensi dengan pihak Pemprov Jateng. Hingga pukul 15.00 WIB, Senin (21/10),  massa yang menunggu di luar pagar masih meneriakkan tuntutan sembari menyalakan lagu dari perangkat sound mobil yang dibawanya.

Subandi, salah satu buruh yang datang dari Jepara, mengatakan, mereka menuntut UMP dan UMK naik 13 persen. Hal itu, karena ada dampak dari kenaikan harga BBM yang mempengaruhi biaya kebutuhan hidup.

“Kami minta kenaikan upah sebesar 13 persen. Karena Ini, ada dampak kenaikan harga BBM. Kalau di bawah itu kita minim sekali,” ujar Subandi, di tengah lokasi unjuk rasa

Di tegaskan Subandi, agar tuntutan itu dipenuhi karena pengalaman UMK tahun 2022 hanya naik sedikit dari 2021. Hal itu tentu sangat memberatkan sementara harga-harga naik.

“Jangan sampai mengulang seperti tahun kemarin, ada naik hanya Rp 1.400. Kita ke toilet saja bayarnya Rp 2.000,” katanya.

Di Lokasi unjuk rasa, Kepala Kesbangpol Jateng Haerudin, menanggapi aksi damai para pekerja buruh tersebut.

“Ada 8 federasi dan tadi diwakili 20 orang dan menyampaikan aspirasi kawan – kawan pekerja buruh.Intinya hampir sama menuntut kenaikan sampai 13 persen, sebelum menyampaikan usulan itu, Pak Gubernur sudah sampaikan ke menteri ketenagakerjaan dan menaker sudah keluarkan peraturan menteri”, terangnya.

Sementara itu berbagai poster tulisan ditempel di pagar kawat berduri yang dipasang di lokasi dengan berbagai macam tulisan termasuk tulisan nyleneh antara lain, “Demi rakyat aku rela skincareku ambyar”, “Jutaan buruh jomblo karena upah murah takut nikah”, “Cendol dawet 500an, aturan ruwet kami turun ke jalan” dan masih banyak lainya.

Selama kegiatan aksi tersebut, lalu lintas dilakukan rekayasa yaitu Jalan Pahlawan lajur Barat atau menuju Simpang Lima ditutup usai Mapolda Jateng. Namun, lajur Timur dilakukan contraflow sehingga lalulintas tetap lancar, aman dan terkendali. (ucl)