Video dan SQ3R, Tingkatkan Prestasi Membaca

Jarwadi, S.Pd.

Peralihan pembelajaran jarak jauh secara daring ke pembelajaran tatap muka terbatas membutuhkan kerja keras, kejelian, serta kesabaran seorang pendidik. Selain itu, pendidik pun dituntut kreativitasnya dalam menerapkan strategi, metode, model maupun pemanfaatan media pembelajaran yang dipergunakan dalam menyampaikan materi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Pembelajaran di sekolah merupakan interaksi dua arah dari seorang  guru  (pendidik) kepada peserta didik, dan terjadi komunikasi (transfer) yang intens dan terarah menuju suatu target yang telah di tetapkan sebelumnya (Trianto, 2009: 17).

Penulis sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX A semester genap tahun pelajaran 2021/2022 di  SMPN 1 Batuwarno selalu totalitas dalam menyampaikan materi pembelajaran “Menyimpulkan Informasi Cerita Inspiratif”. Namun, selama pembelajaran tatap muka terbatas ini masih ada beberapa peserta didik yang belum berkonsentrasi penuh dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga hasil belajarnya rendah. Rendahnya hasil belajar bisa terlihat setelah guru mencoba memberikan soal tes kepada peserta didik kelas IX A yang berjumlah 29 peserta didik. Dari hasil tes tersebut terlihat hanya 68,97% yang mampu mendapatkan nilai rata-rata 80 diatas kkm, kkm-nya 70, sedangkan 31,03% peserta didik lainya belum mencapai batas kkm. Melihat situasi dan kondisi tersebut akhirnya penulis menggunakan strategi pembelajaran dengan memanfaatkan video dan metode SQ3R. Alasan dipilihnya metode ini guna menumbuhkan minat belajar karena dalam pembelajarannya terdapat unsur belajar sambil bermain yang melibatkan siswa sehingga pembelajaran menjadi menarik, mudah dipahami, mengasah keterampilan, kecermatan, membangkitkan motifasi maupun prestasi belajar.

Video merupakan media Audio visual yang menampilkan gerak (Sadiman, 2008: 74). Video yang digunakan penulis merupakan video pembelajaran yang dibuat oleh penulis. Sumber pembuatan video dari internet yang telah disesuaikan temanya. Video dibuat menarik agar mudah di lihat, dipelajari, dicermati, dan dipahami sehingga memudahkan siswa untuk belajar.

SQ3R adalah singkatan dari Survey-Question-Read-Recite-Review (Survey, pertanyaan, membaca, menceritakan, meninjau). Metode ini merupakan sistem belajar yang mudah diadaptasikan dengan tugas-tugas membaca. Menurut (Suyatno, 2009), metode  pembelajaran kooperatif tipe SQ3R adalah metode pembelajaran yang menggunakan strategi membaca dengan menugaskan peserta didik membaca bahan belajar secara seksama.

        Langkah-langkah dalam pembelajaran yaitu: 1) Guru menyiapkan materi dan sarana pembelajaran. 2) Guru membuka, menyampaikan tujuan, dan proses pembelajaran. 3) Guru memutar video pembelajaran sekaligus memaparkan materi pembelajaran. 4) Guru mengarahkan peserta didik untuk melihat video, memperhatikan judul, mencatat garis besar materi. 5) Guru memberikan petunjuk dan menyuruh peserta didik untuk menyusun pertanyaan-pertanyaan sesuai materi. 6) Peserta didik dibimbing dalam mencari jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat. 7) Guru meminta peserta didik untuk presentasi di depan kelas. 8) Guru menyarankan peserta didik untuk meninjau ulang seluruh pertanyaan dan jawaban guna memastikan mereka memahami materi pembelajaran. 9) Guru memberikan tugas melalui google form. 10) Guru menutup kegiatan dengan memberikan rangkuman, motivasi, dan apresiasi.

            Pemanfaatan video dan metode SQ3R akhirnya mampu menarik perhatian peserta didik sehingga mampu menumbuhkan semangat dan aktivitas dalam mengikuti pembelajaran. Hal itu berdampak pada peningkatan pemahaman, keterampilan, kecermatan, maupun nilai hasil belajar. Peningkatan nilai hasil belajar dapat diketahui dari hasil tes peserta didik kelas IX A. Dari hasil tes tersebut,  96,55%  mampu mendapatkan nilai rata-rata 88 melampaui kkm, sedangkan 3,45% peserta didik belum mencapai batas kkm.*

 

Oleh: Jarwadi, S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Batuwarno Wonogiri