Video Pembelajaran Tingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS

Maryati, S.Pd.SD Guru SDN Senepo, Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo

JATENGPOS.CO.ID,  Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada dunia pendidikan, pemerintah pusat sampai pada tingkat daerah memberikan kebijakan untuk mengadakan pembelajaran daring di seluruh lembaga pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya penularan Covid-19. Kondisi tersebut menuntut guru untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran melalui daring. Karakteristik perkembangan kognitif peserta didik kelas V sekolah dasar menjadi masalah dalam pembelajaran daring jika guru kurang tepat dalam menyusun strategi pembelajaran. Peserta didik kelas V sekolah dasar pada umumnya baru memiliki kemampuan berpikir tentang benda yang nyata dan abstrak.

Sebagian besar peserta didik kelas V SD Negeri Senepo memiliki tingkat motivasi belajar yang rendah. Hasil pengamatan penulis di group WhatsApp pada pembelajaran tema 1 sub tema 1 Muatan Pelajaran IPS, KD 3.1 “Mengidentifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan/maritim dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi serta transportasi” hanya 43,47 % dari 23 peserta didik yang sudah mampu menunjukkan motivasi belajar tinggi. Ini berarti masih ada 13 peserta didik dari seluruh peserta didik yang masih memiliki motivasi belajar yang rendah.

Menurut Sardiman (2018:75) dalam kegiatan belajar mengajar motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar, dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.  Jadi, motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong peserta didik untuk belajar dengan senang dan sungguh-sungguh, yang pada akhirnya akan terbentuk cara belajar peserta didik yang sistematis dan penuh konsentrasi.

Rendahnya motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik sebagai akibat guru kurang mampu menggunakan menggunakan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik materi dan peserta didik dalam pembelajaran daring. Selain itu, kurang dilibatkannya peserta didik dalam proses pembelajaran juga menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik. Guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan belum menguasai strategi pembelajaran daring. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, maka perlunya menerapkan pembelajaran kooperatif dengan menggunakan media video pembelajaran.

Menurut Riyana (2007:6) media video pembelajaran sebagai bahan ajar bertujuan untuk: 1) memperjelas dan mempermudah penyampaian pesan agar tidak terlalu verbalistis; 2) mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera peserta didik maupun instruktur; 3) dapat digunakan secara tepat dan bervariasi.

Media pembelajaran yang dikemas dalam bentuk video pembelajaran dapat memberikan memori jangka panjang kepada peserta didik karena media video disajikan melalui animasi, gambar, dan suara.  Media video memiliki potensi untuk lebih disukai peserta didik, hal ini dikarenakan melalui media video peserta didik dapat menyaksikan dan membayangkan apa yang disajikan pada saat pemutaran video berlangsung.

Jadi, media video adalah media pembelajaran yang dapat mengkomuikasikan pesan materi pembelajaran lebih kuat, tegas, membangkitkan rasa senang, semangat, dan motivasi peserta didik dalam belajar. Media video juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena materi yang dipelajari dapat dengan mudah dimengerti dan dipahami peserta didik melalui gambar, suara dan animasi yang disajikan.

Dengan menggunakan media video pembelajaran, proses pembelajaran tematik khususnya muatan pelajaran IPS di kelas V SD Negeri Senepo menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.  Motivasi belajar peserta didik meningkat sehingga hasil belajar pun meningkat.

Maryati, S.Pd.SD

Guru SDN Senepo, Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo