Viral Video Pria Mengaku Menginap di Bangunan Kosong RSK Tayu (2) : Sempat Ketemu Dokter Bule

SEPI : Suasana lengang di salah satu lorong RSK Tayu. Foto : Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, PATI – Untuk mengetahui kebenaran dari video viral pengakuan pria asal Bandung yang mengaku menginap di RSK Tayu selama tiga hari,  Wartawan Jateng Pos pun mendatangi lokasi dimana rekaman video itu dibuat.

Dari keterangan salah satu agen tiket Bus PO Tunggal Jaya di Terminal Tayu, Wawan Gundul, membenarkan bahwa pada Sabtu lalu memang ada warga dari Bandung yang mengaku menginap di RSK Tayu.

Baca :

https://jatengpos.co.id/geger-pengakuan-pria-menginap-tiga-hari-di-bangunan-kosong-rsk-tayu-1/rita/

Menurut Wawan, sebenarnya tidak hanya satu orang saja yang menginap di RSK Tayu, tetapi ada tiga orang. Ketiganya menginap selama tiga hari untuk menunggui temannya yang sakit di rumah sakit tersebut.

” Selama menginap di RSk Tayu, kata mereka tidur di ruang Manggis. Mereka menjenguk temannya salah seorang yang bekerja di Pabrik Gula (PG) Pakis yang sedang sakit dan dirawat di sana. Mereka mulai menginap itu sejak 1 Suro atau hari Selasa (10/9). Datang ke kita yang videonya viral itu pada Sabtu (14/9),” kata Wawan.

Tiga orang tersebut, lanjut Wawan, datang ke Terminal Tayu dengan menumpang angkot. Sesampainya di terminal, mereka mendatangi agen bus untuk membeli tiket dengan tujuan Bandung, Jawa Barat.

“Tiga orang itu turun dari angkot langsung masuk ke Terminal Tayu. Dia datang ke saya, cari tiket Sudiro ke Bandung, saya enggak punya. Terus saya sarankan ke Shantika, tiketnya habis ke PO Haryanto pun habis. Setelah itu, tiga pemuda itu datang ke loket Sahaalah, di situ dia baru dapat,” bebernya

Wawan meyakini kejadian sarat mistis yang dialami ketiga pria tersebut benar adanya. Terlebih sebelumnya juga sering ada cerita tentang keangkeran di rumah sakit yang telah mangkrak lebih dari 10 tahun itu.

“Berita itu tidak hoaks sebab ada foto-foto dia ambil foto di RSK Tayu. Tapi kalau foto RSK Tayu yang di TikTok itu memang foto lama, beda sama foto yang ditujukan oleh pemuda Bandung itu,” ungkapnya.

Sementara sumber lainnya, Iwan agen Tiket Bus PO Garuda Mas, dia turut membenarkan kisah dari warga cerita Bandung tersebut.

Saat ketiga pemuda itu datang ke Terminal Tayu dan menceritakan apa yang dialaminya kondisinya seperti orang linglung. Iwan pun semula tidak percaya dengan apa yang diceritakan pemuda asal Bandung itu. Bahkan dia sempat meminta dilihatkan foto-foto saat di rumah sakit peninggalan jaman pemerintahan Belanda itu.

” Saat saya lihat di galery hp nya memang ada beberapa foto saat mereka sedang selfie di dalam RSK Tayu, ada tanggalnya ada tempat kejadiannya. Ada empat foto selfie, di depan satpam RSK Tayu, di perempatan bangsal RSK arah ruang operasi, dan di sebuah ruangan, tapi rumputnya bagus semua, ada orang-orang di belakang dia. Dia juga ngomong ketemu dokter bule,” paparnya.

Sayangnya, saat ditanya keadaan temannya yang sedang dirawat di RSK Tayu, pria tersebut mengaku dilarang untuk melihat oleh pegawai di RSK Tayu yang telah lama kosong itu. Begitupun saat hendak berpamitan pulang ke Bandung pada temannya, kontak yang tersimpan mendadak hilang dari buku telepon.

“Janggalnya yang foto sama temannya yang sakit tidak ada. Nomor teman yang ditungguin selepas dari RSK gak aktif dan hilang,” jelasnya.

Selama berada di RSK Tayu, ketiganya mengaku mengisi perut di warung makan di depan RSK Tayu. Baik pagi, siang, maupun malam.

Menurutnya ada banyak warung makan berjajar di depan RSK Tayu. Namun kenyataannya, hanya ada satu warung itu pun hanya menyediakan minuman panas dan dingin. Selebihnya, hanya bengkel dan toko buah.

“Kalau makan dia keluar, katanya di warung depan RSK banyak. Keluar masuk RSK pun dimintai kartu besuk. Temannya kerja di PG Pakis, sudah tiga tahun tidak bertemu, dikabari oleh temannya jika sedang dirawat di RSK Tayu. Karena kangen pada teman dekatnya itu, mereka pun membesuk rela jauh-jauh dari Bandung,” ungkapnya. (gus/rit-habis)