Beranda Politik Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Program Peningkatan Pendidikan Perempuan Jawa Tengah

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Program Peningkatan Pendidikan Perempuan Jawa Tengah

37
Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman saat menjadi nara sumber pada Diskusi tematik Perempuan dan Perlindungan Sosial Kongres Perempuan Jawa Tengah, Selasa (26/11).

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pendidikan untuk kaum perempuan menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sukirman. Dia meminta program pemerintah harus bisa lebih berpihak pada perempuan.

“Seperti perempuan harus sekolah yang tinggi agar dapat mengurangi angka kekerasan dan kemiskinan,” ujarnya, Selasa (27/11).

Selain itu, menurut Sukirman, hal yang tidak kalah penting adalah program pengentasan kemiskinanan yang dimulai dari pendidikan pada perempuan.

“Dampaknya akan terlihat secara langsung. Jika memiliki pendidikan yang tinggi, perempuan tidak akan mudah kawin muda dan pengentasan kemiskinanan juga akan teminimalisir,” kata Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Gagasan Sukirman tersebut disampaikan usai menjadi narasumber Tematik Perempuan dan Perlindungan Sosial dalam Kongres Perempuan Jawa Tengah 2019 di Hotel UTC Jalan Kelud Kota Semarang, Selasa (26/11).

Sesuai visi DPRD Jawa Tengah terkait regulasi dan kebijakan untuk perempuan, Sukirman mengaku sangat apresiatif dengan adanya kongres tersebut karena mampu mendengar aspirasi dari sudut pandang perempuan.

“Ada banyak perkembangan mengenai masalah perempuan di Jateng. Salah satunya, dari data Pemprov Jateng, ada indeks kenaikan gender yaitu berkurangnya tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

“Saya mendukung organisasi perempuan yang ada di Jateng, yang bisa mengarahkan generasi anak-anak muda agar mempunyai daya saing ekonomi. Tinggal sekarang imbal balik negara untuk para perempuan itu bagaimana, itu yang akan akan kita perjuangkan,” tegasnya.

Pihaknya juga mencoba mendorong penyelesaian kasus-kasus yang dihadapi perempuan di Jawa Tengah yang begitu kompleks dan beragam.

“Kita inventarisasi sekarang,  kasus jangka pendek, misalnya terkait upah yang tak dibayarkan, pemotongan upah, dan lembur yang tidak dibayar. Kami coba bantu penyelesaiannya, ataupun kejadian kekerasan terhadap kaum perempuan,” terangya.

Sukirman berharap Kongres Perempuan yang digelar di Jateng dapat merekomendasikan hal-hal yang baik untuk kepentingan perempuan, termasuk meminimalisasi budaya patriarki.

Menurutnya, sudah seharusnya ada pelibatan laki-laki dalam program pengarusutamaan gender, khususnya meminimalkan permasalahan rumah tangga.

“Segala kebutuhan rumah tangga adalah pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan. Itu adalah tugas bersama,” pungkasnya.(rit)