Wali Kota Sambangi Lapas, Pengungsi Dicek Kesehatan

CEK LAPAS – Wali Kota H Afzan Arslan mengecek kondisi Lapas Kota Pekalongan. (didik teguh)

JATENGPOS.CO.ID, PEKALONGAN – Hujan deras dan luapan air sungai menimbulkan banjir disejumah wilayah Kota Batik.  Misalnya, wilayah Sampangan, Kelurahan Sampangan, Kecamatan Pekalongan Timur, wilayah Pesindon Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat dan wilayah Kampung Bugisan, Kecamatan Pekalongan Utara serta  Tirto dan Pasirsari, Kecamatan Pekalongan Barat. Pemkot Pekalongan pun terus melakukan upaya penanganan banjir sejak Rabu (19/1).

Selain menggenangi permukiman warga, banjir yang terjadi sejak Rabu (19/1/2022) malam juga menggenangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan. Sampai Kamis (20/1)  siang, banjir masih menggenangi Lapas Pekalongan. Sore harinya, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan datang meninjau  Lapas Pekalongan. “Saya prihatin,  Lapas kebanjiran. Kasihan warga binaan, ini rentan kena penyakit. Petugas juga  terganggu,” kata H Afzan Arslan.

Wali Kota bersama Kalapas akan mencari solusi untuk mengatasi  banjir di Lapas Pekalongan yang terus berulang. “Ada beberapa opsi mengatasi ini, misalnya relokasi lapas. Opsi lainnya, meninggikan Lapas,” cetusnya. Sementara,  bangunan Lapas Pekalongan termasuk bangunan heritage. Sehingga sayang jika terus kebanjiran.

“Mudah-mudahan adanya pembangunan penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan bisa mengatasi banjir dan rob di Lapas Pekalongan. Sambil menunggu itu, kita cari cara agar tidak banjir terus,” imbuh Afzan Arslan. Sementara, Kalapas Pekalongan, Imam Purwanto bersama pegawainya terpaksa  melaksanakan apel pagi di tengah banjir yang menggenangi halaman Lapas. Tak hanya itu, kegiatan Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2022 yang dilaksanakan di Aula juga tak luput dari genangan banjir. “Empat kamar hunian WBP di Blok A terendam air. Untuk  WBP di kamar  sejumlah 3 orang kami evakuasi ke kamar hunian lain,” ujar Imam Purwanto.

Banjir juga menyebabkan beberapa jalan protokol dan jalan utama tergenang. Seperti di Jalan Merak, Jalan Kurinci, Jalan Bahagia, Jalan Samudera Pasai, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Belimbing, dan beberapa jalan lainnya. Satgas BPBD juga mengevakuasi  warga untuk diungsikan ke lokasi pengungsian yang sudah disediakan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Dimas Arga menyebutkan,  pada Kamis (20/1/2022), tercatat 116 warga mengungsi. Rincianya, di Mushola Al-Hikmah Kelurahan Tirto sebanyak 29 jiwa, Mushola Baiturrohman Kelurahan Bendan Kergon 20 jiwa, SDI Baitussalam Pesindon Kelurahan Bendan Kergon sebanyak 9 jiwa, 49 jiwa mengungsi di Gedung Serbaguna Sampangan, Kelurahan Kauman, 9 jiwa mengungsi di Gedung Pemuda Pancasila Sampangan, Kelurahan Kauman.

“Warga  di wilayah rawan banjir agar waspada dan siaga. Kami juga terus  koordinasi lintas sektor bersama TNI,Polri, Relawan, dan stakeholder kebencanaan lainnya. Kita monitoring dan patroli kewilayahan, menyiagakan posko kebencanaan, menyebarluaskan  informasi kebencanaan dan memfasilitasi pengungsi,” tuturnya.

Tim kesehatan Dinkes juga terjun. Mereka  memakai perahu karet milik BPBD  mendatangi tempat pengungsian di Mushala Al Hikmah, Tirto. Pekalongan Barat. Ada sekitar 40 an pengungsi diperiksa  kesehatan dan diberi obat gratis. Para pengungsi mayoritas balita, perempuan dan lansia.  “Pemeriksaan penyakit seperti batuk, pilek, nyeri, gatal-gatal, pengecekan tensi, dan sebagainya. Kami juga berikan vitamin dan obat-obatan sesuai keluhan pengungsi,” kata Petugas Sanitasi Lingkungan, Rinto. Sejauh ini, kondisi kesehatan pengungsi di Mushola Al-Hikmah Tirto cukup baik. Belum ada kegawat daruratan.  Selain memberi layanan pengecekan kesehatan, tim medis juga membagikan  biskuit bayi.

Sementara  hujan deras disertai angin kencang membuat dua rumah  warga di Kelurahan Kandang Panjang, Pekalongan Utara, roboh pada Rabu (19/1/2022). Rumah itu milik Indriyani (62) di RT 02 RW 10 dan rumah milik Slamet Mulyo di RT 07 RW 05. Untungnya, musibah ini tak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Selain karena hujan, kedua rumah itu roboh karena bangunannya sudah lapuk akibat tergenang banjir rob. (*)