Beranda Semarang Walikota Semarang Awasi Proyek Kota Lama

Walikota Semarang Awasi Proyek Kota Lama

298
Walikota Semarang Hendrar Prihadi ketika mengunjungi kantor proyek revitalisasi Kota Lama yang berada di Jalan Kampung Sleko Semarang Utara. FOTO:SIGIT/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG – Kota Lama Semarang jadi satu-satunya kandidat sementara warisan budaya dunia Unesco dari Indonesia. Tidak heran apabila Pemkot, berupaya keras agar penataan kawasan tersebut tidak merubah nilai historis. Tak tanggung-tanggung, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi turun langsung mengawasi Kota Lama.

Selasa (27/3), Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut mendatangi direksi project revitalisasi Kota Lama yang terletak di Jalan Kampung Sleko, Kota Semarang. Walikota meneliti masterplan Kawasan Kota Lama Semarang yang dibagi dalam tiga zona.

Zona pertama terdiri dari Jalan Tawang, Merak, Garuda, Branjangan, Nuri, Cendrawasih, Kedasih, Srigunting, Sleko, Kutilang, Mpu Tantular, Kasuari, dan Merpati. Sedangkan Zona dua terdiri dari Jalan Kenari, Pinggir Kali Semarang, Perkutut, Lentjen Suprapto, Suari, Kepodang, Sendoro, Gelatik, serta Jurnatan. Zona ketiga terdiri dari Kolam Retensi Mberok serta Kolam Retensi Bubakan.

“Kota Lama kita berusaha keras mempertahankan kelestarian bangunan-bangunan cagar budaya ini dengan mengawasi sekaligus merawat bangunan-bangunan yang ada”,  ujar Hendi.

Pemkot, menurutnya perlu dukungan dari masyarakat, yang harus melaporkan apabila ada bangunan-bangunan cagar budaya yang coba dibongkar, dirusak, atau bahkan mau diganti dengan konstruksi yang berbeda dengan bentuk awalnya.

Terkait project penataan Kawasan Kota Lama Semarang, Hendi optimis pengerjaannya dapat selesai di tahun 2018 ini. “Project ini dikerjakan dua tahun anggaran dengan nilainya Rp 156 milyar, dan tahun anggaran yang pertama sudah dimulai pada bulan November tahun lalu, jadi targetnya Desember 2018 bisa diselesaikan”, jelasnya.

“Untuk itu hari ini saya cek mulai dari rencana drainase yang akan menggunakan U ditch, kemudian juga terkait ducting untuk membebaskan Kota Lama dari kabel-kabel di atas karena akan kita tanam dibawah, dan seterusnya”, lanjut Walikota Semarang tersebut.

Selanjutnya berkaca dari dicoretnya Kota Tua Sawahlunto dan Kota Tua Jakarta karena tidak mampu melengkapi data historis, Hendi terus berusaha untuk mendapatkan peta asli Kawasan Kota Lama Semarang yang masih tersimpan di Belanda.

“Hari ini dalam proses penyerahan, dan kami juga sedang menyiapkan tempat khusus yang steril untuk menyimpan peta tersebut agar kemudian tidak rusak setelah diserahkan kepada kami”, ungkap Hendi.  (sgt/muz)