Warga Sragen Minta Penyebab Banjir Diperbaiki

Kondisi talud yang rusak sejak setahun lalu sampai sekarang belum ditangani. FOTO : ARI SUSANTO/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN — Rusaknya talud yang jebol hampir dua tahun di wilayah kecamatan kampung Maron, Kelurahan Nglorog, kecamatan Sragen, dikeluhkan warga setempat. Pasalnya jika terjadi hujan lebat, areal persawahan dan sedikitnya empat kampung warga terendam air, Rabu (22/11).

Kebetulan, lokasi talud yang ambrol tidak jauh dari perbatasan
Kecamatan Sragen dengan Kecamatan Ngrampal. Ambrolnya talud sekitar 8meter. Sehingga dampak banjir banyak dirasakan warga Sragen dan Ngrampal.

Nur Ikhsan Hamidi, warga Dukuh Ngoncol, Kelurahan Nglorog menyampaikan penyebab banjir di kawasan sekitar Nglorog dan Bandung Ngrampal akibat jebolnya talud tersebut. Talud kanal air untuk persawahan tersebut jebol lebih dari setahun. ”kami sebagai warga Ngoncol, Kendal dan siwalan sudah lapor ke kelurahan Nglorog dan Desa Bandung, tapi realisasinya belum,” ujarnya.

Kemudian Ikhsan menjelaskan pihak kelurahan Nglorog maupun desa Bandung tidak memiliki wewenang anggaran memperbaiki talud tersebut.

Mereka hanya menyampaikan keluhan warga pada pimpinan.
Dia menyampaikan selain rumah warga, petani bawang merah juga
merasakan dampak banjir. Dia menyampaikan ada empat  kampung dan lahan bawang merah menjadi korban banjir. Pihaknya pemerintah terkait dapat segera bergerak karena saat ini sudah memasuki musim penghujan.

”Pemerintah kami harap segera bertindak, pokoknya tidak terjadi banjir lagi,” tuturnya.

Selain itu Isnardi, petani bawang merah di sekitar lokasi juga
mengeluhkan rusaknya talud tersebut. Dia menyampaikan kerugian akibat banjir sampai merusak tanaman bawang merah.

Terkait banjir di kawasan Ngoncol, Bandung dan sekitarnya Kepala
Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Dwi Sigit Kartanto menyampaikan bahwa jebolnya talud mempengaruhi banjir. Namun sumbatan di jembatan Maron juga menjadi sebab lain terjadinya banjir. Pihaknya menyampaikan untuk perbaikan kerusakan talud tersebut dilakukan instansi yang berwenang. ”Warga sudah pernah menutup dengan kantung yang diisi pasir, namun ambrol, jika menggunakan anggaran kami, tentu hanya bisa ditambal sementara dengan karung,” ujarnya.

Terkait kewenangan perbaikan, pihaknya kurang mengetahui instansi yang pasti. Apakah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo atau Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi jateng. (ars/saf/ct7)