Warga Temanggung Beli di Pasar Pakai Upal, Digiring ke Polresta Surakarta

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Polresta Surakarta mengamankan M (73) seorang ibu warga Jampirejo Temanggung, lantaran diduga sebagai pelaku pengedar uang palsu (upal).

Pelaku diamankan warga saat melakukan transaksi memberi daging sapi di pasar Harjodaksino Solo dengan menggunakan upal.

 membenarkan bahwa pada hari Jum’at (16/02/2024) sekitar pukul 06.00 Wib telah diserahkan terduga pelaku yang mengedarkan uang palsu seratus ribuan dengan cara membelanjakan ke pedagang Daging Sapi di Pasar Hardjo Daksino Serengan, Surakarta.

“Kemarin kami menerima penyerahan seorang ibu berusia 73 oleh warga pasar Harjodaksino, ia diduga mengedarkan uang palsu untuk membeli di kios daging.” Ungkap Kapolresta Surakarta Kombes.Pol. Iwan Saktiadi, melalui Kasat Reskrim Kompol Ismanto Yuwono, Sabtu (17/2/2024).

Adapun kronologi kejadiannya adalah pada hari Jum’at (16/02/2024), pelaku diduga melakukan peredaran uang palsu dengan cara membelanjakan untuk membeli daging sapi kepada seorang pedagang Daging Sapi di Pasar Hardjodaksino, Serengan, Solo.

“Menurut pengakuan pelaku bahwa pelaku mengaku mendapat uang yang diduga palsu tersebut dari hasil menjual seekor ayam di daerah Magelang laku Rp. 100.000,- oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya dan saat itu dibayar menggunakan diduga uang Palsu tersebut,” imbuh Kompol Ismanto.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku dari Magelang hendak ke Wonogiri menemui Eyang Satro di Wonogiri mau mengobatkan anaknya yang saat ini sedang sakit ingatan.

Namun setelah sampai lokasi diketahui Eyang Satro sudah meninggal dan ia pun pulang kembali. Namun sampai di Solo tepatnya di Pasar Harjodaksino ia ikut turun bersama sejumlah penumpang.

Saat dipasar, pelaku tertarik untuk belanja, dan ia membeli Daging Sapi seharga Rp. 10.000 menggunakan uang Rp. 100.000, namun si pedagang curiga  uang tersebut palsu dan minta untuk dibayar dengan uang pecahan saja, akhirnya dibayar oleh pelaku menggunakan uang pecahan uang Rp. 5.000 sebanyak 2 lembar.

“Karena dibayar dengan uang palsu,  pedagang tersebut melaporkan hal tersebut pada keamanan dan lurah pasar, hingga pelaku diamankan di Polsek Serengan yang kemudian dibawa ke Polresta Surakarta,” imbuh Kompol Ismanto.

Kasat Reskrim menambahkan dari pelaku petugas berhasil menyita barang bukti berupa dua lembar uang pecahan Rp. 100.000,- diduga palsu, dua lembar uang pecahan Rp. 50.000, tiga lembar uang pecahan Rp. 20.000,  tiga belas lembar uang pecahan Rp. 10.000,  tiga  lembar uang pecahan Rp. 5.000, dan  tiga belas lembar uang pecahan Rp. 2.000.

“Diketahui terduga Pelaku juga pernah diproses di Polsek Temanggung dalam perkara Uang Palsu pada tahun sekitar Tahun 1998,” ungkap Kompol Ismanto.

Namun karena pertimbangan kemanusiaan, yakni korban seorang ibu yang sudah tua, saat ini pelaku juga sedang merawat anaknya yang mengalami sakit kurang ingatan, dan mengaku tidak ada niat mengedarkan upal, maka kasus diselesaikan secara restorative Justice. (dea)