24 C
Semarang
Jumat, 23 Januari 2026

Menjajal Manisnya Anggur dari Lereng Gunung Slamet

JATENGPOS.CO.ID, BATURRADEN- Di lereng Gunung Slamet yang sejuk, sebuah kebun anggur tumbuh perlahan sejak masa pandemi Covid-19. Dari lahan yang awalnya hanya sepetak kecil, Kebun Anggur KD Garden, di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, kini berkembang menjadi destinasi wisata edukatif yang ramai dikunjungi wisatawan.

Kebun ini mulai dibangun sekitar lima tahun lalu, ketika aktivitas masyarakat dibatasi akibat pandemi. Dari sekadar mencoba menanam anggur, area kebun terus diperluas hingga kini dilengkapi taman belajar budidaya anggur.

Deretan tanaman anggur merambat membentuk lorong hijau yang teduh. Buah anggur matang bergelantungan, siap dipetik langsung oleh pengunjung yang datang bersama keluarga.

Pemilik KD Garden, Sukma menuturkan, kebun anggur ini berawal dari keterbatasan ruang gerak saat pandemi. Ia melihat peluang memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun produktif sekaligus ruang belajar bagi masyarakat.

“Awalnya hanya sepetak kecil karena waktu itu pandemi. Kami coba tanam anggur, ternyata berkembang dan diminati, lalu pelan-pelan kami perluas sampai sekarang,” katanya, saat Jateng Pos berkunjung akhir pekan lalu.

Baca juga:  Objek Wisata Air Terjun Kedung Kayang Magelang Kembali Dibuka

Dengan tiket masuk Rp10.000, pengunjung bebas menikmati anggur manis langsung di lokasi. Sensasi memetik dan mencicipi buah segar dari pohonnya menjadi pengalaman yang jarang ditemui di kawasan wisata Baturraden.

Untuk pengunjung yang ingin membawa pulang hasil panen, anggur dijual seharga Rp70.000 per kilogram. Anggur dari KD Garden dikenal memiliki rasa manis alami karena dirawat langsung di dataran sejuk kaki Gunung Slamet.

Selain anggur, pengelola mulai mengembangkan budidaya melon dan semangka. Langkah ini dilakukan untuk menambah variasi edukasi pertanian sekaligus daya tarik wisata.

“Sekarang kami juga mulai menanam melon dan semangka. Harapannya ke depan pengunjung bisa belajar berbagai jenis budidaya buah, tidak hanya anggur,” ujarnya.

Di dalam area kebun, tersedia warung sederhana yang menyajikan aneka makanan tradisional. Menu seperti pecel lupat, mi goreng, mendoan, pisang goreng, hingga wedang jahe bisa dinikmati dengan harga terjangkau.

Baca juga:  47 Kelompok Ramaikan Kirab Budaya Ampyang Maulud

Suasana kebun yang sejuk membuat banyak pengunjung betah berlama-lama. Sambil menikmati mendoan hangat, pengunjung bisa bersantai di antara tanaman anggur yang rimbun.

Salah seorang pengunjung asal Purwokerto, Endang (62), mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk memberikan pengalaman baru kepada anak cucunya. Ia menilai wisata petik anggur ini edukatif sekaligus menyenangkan.

“Anak-anak senang sekali karena bisa petik dan makan anggur langsung. Rasanya manis, tempatnya juga adem, cocok buat liburan keluarga,” tuturnya.

Pada akhir pekan dan hari libur nasional, jumlah pengunjung meningkat tajam. Banyak keluarga memilih KD Garden sebagai alternatif wisata yang tenang dan ramah anak.

KD Garden kini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar dan simbol ketahanan usaha kecil yang tumbuh dari masa pandemi. Dari lahan sederhana, kebun ini membuktikan bahwa harapan bisa tumbuh dan berbuah manis di lereng Baturraden.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...