26 C
Semarang
Rabu, 18 Februari 2026

Festival Jenang Solo Bagikan 15 Ribu Porsi Jenang di Ngarsopuro

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Koridor Ngarsopuro Mangkunegaran menjadi lautan manusia saat perhelatan Festival Jenang Solo 2026 digelar pada Selasa (17/2). Acara yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-281 Kota Solo ini menghadirkan kemeriahan budaya sekaligus pesta kuliner tradisional bagi masyarakat.

Kemeriahan diawali dengan kirab budaya yang menempuh rute dari Perempatan Pasar Pon menuju panggung utama di depan Omah Sinten. Kirab tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dengan mengenakan busana tradisional.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Astrid Widayani menyampaikan bahwa Festival Jenang ini merupakan rangkaian syukur setelah sebelumnya dilaksanakan upacara bendera di Stadion Sriwedari.

Baca juga:  Temuan Bangunan Kuno di Candi Pawon Perkuat Integritas Borobudur

“Alhamdulillah, rangkaian acara berjalan lancar dengan tema Budidaya, Peradaya, dan Sejahtera. Melalui tradisi ini, kita memanjatkan doa kepada Tuhan untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga di usia Kota Solo yang ke-281 ini,” ujar Astrid.

Ada yang istimewa pada penyelenggaraan tahun 2026 ini. Sebanyak 130 peserta (Stand) yang terdiri dari berbagai instansi dan komunitas membagikan total 15.000 porsi jenang secara gratis kepada pengunjung.

“Hari ini juga menjadi hari yang spesial karena bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Atas nama Pemerintah Kota Surakarta, kami mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek. Semoga sukses dan kebahagiaan menyertai kita semua,” pungkasnya.

Manajer Kreatif Festival Jenang Solo, Heru Mataya, mengungkapkan bahwa selain jenang-jenang kreasi baru, pihaknya memperkenalkan satu varian yang menjadi ikon tahun ini, yaitu Jenang Nirmala.

Baca juga:  Pemkab Jepara Masih Batasi Jam Operasional Objek Wisata

“Jenang Nirmala menjadi simbol istimewa di Festival Jenang Solo 2026. Maknanya adalah sebagai doa penolak bala atau bencana. Harapan kita di tahun 2026 ini, Nusantara akan sejahtera tanpa bencana dan menjadi Indonesia yang lebih cerah,” jelas Heru.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, di mana ribuan porsi jenang ludes dalam waktu singkat. Festival ini tidak hanya memperkuat identitas Solo sebagai kota budaya, tetapi juga menjadi sarana diplomasi kuliner yang merekatkan kebersamaan antarwarga. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...