JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Momen ramadhan dan liburan lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah menjadi istimewa bagi Dusun Semilir (DuSem). Destinasi wisata favorit keluarga di Jawa Tengah (Jateng) ini kembali menghadirkan terobosan hiburan spektakuler bagi para pengunjung. Kali ini secara eksklusif menyuguhkan Flyboard Show, sebuah pertunjukan akrobatik air ekstrem yang menggabungkan teknologi modern dan ketangkasan atlet profesional.

Pertunjukan ini menjadi daya tarik utama bagi pemudik dan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Semarang dan sekitarnya. Pengunjung disuguhkan aksi memukau para flyboarder yang meluncur hingga ketinggian belasan meter di atas permukaan air, melakukan manuver backflip, hingga formasi menari mengikuti irama musik.
Tidak hanya sebagai pertunjukan, pengunjung pun dapat berpartisipasi dalam kegiatan Flyboard ini dengan tiket terpisah sebesar Rp 125.000. Dengan harga yang lebih terjangkau daripada flyboard pada umumnya, pengunjung sudah bisa menaiki flyboard dan sudah didampingi oleh petugas profesional.
Disampaikan Marketing Manager Dusun Semilir, Anisa Ayu Muttaqina, permainan flyboard sedang populer di pulau Bali setiap pengunjung dikenakan biaya sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu. Namun, di Dusun Semilir tarif pengunjung lebih murah bisa merasakan adrenaline di ketinggian dengan ber-flyboard.
“Dari testimoni pengunjungi dari luar kota yang naik flyboard di Bali kebanyakan orang dewasa tapi di Dusun Semilir yang naik kebanyakan anak-anak kecil seperti itu. Mereka senang dan nyaman terbang bersama atlet flyboard profesional,” ungkap Ayu.
Menurutnya, Flyboard Show bukan sekadar hiburan, tapi sebuah pengalaman yang ingin dibagikan kepada pengunjung untuk menciptakan kenangan tak terlupakan bagi keluarga yang berkumpul di Dusun Semilir. Pertunjukan ini berlangsung mulai tanggal 21 hingga 29 Maret 2026 di arena wahana Banyu Biru.

”Ini adalah atraksi pertama di Kabupaten Semarang bahkan di Jawa Tengah. Kita hadirkan dan saat ini satu-satunya ya dan itu cuma hadir sampai tanggal 29 Maret saja,” tandasnya.
Dusun Semilir sendiri, lanjut Ayu, mengusung tema Eid Moroccan Night yang bertajuk “Dusem In Harmony”. Menghadirkan nuansa Maroko, Dusun Semilir menyajikan berbagai kegiatan seperti festival kuliner Oase Rasa Semilir, dekorasi ala Maroko di area Alun Eropa, berbagai macam spot foto estetik, dan tentunya lebih dari 20 wahana yang dapat dinikmati oleh pengunjung.
Seiring dengan lonjakan arus mudik tahun ini, manajemen Dusun Semilir optimis dapat menyambut 60.000 pengunjung selama periode libur Lebaran. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat yang rindu akan suasana rekreasi keluarga yang lengkap dan menyegarkan.
Guna mendukung kelancaran perjalanan para pemudik, Dusun Semilir juga memposisikan diri sebagai “Rest Area Wisata” yang representatif. Terletak sangat dekat dengan akses tol Bawen, destinasi ini menjadi titik singgah ideal bagi pengendara yang ingin melepas lelah dalam perjalanan jauh.
“Kami memahami bahwa perjalanan mudik bisa sangat melelahkan. Oleh karena itu, Dusun Semilir hadir bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga fasilitas beristirahat yang nyaman. Dengan area parkir luas, fasilitas ibadah yang bersih, serta ragam kuliner Nusantara, pemudik bisa mengisi energi kembali sebelum melanjutkan perjalanan, sekaligus menikmati Flyboard Show yang spektakuler,” tambah Haryo Priambodo, Head of Sales Marketing Dusun Semilir.
Dusun Semilir beroperasi selama libur lebaran dengan harga tiket mulai dari Rp 50.000 dengan jam operasional dari 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Pada sore hari, terdapat tiket spesial Dusem Wonderlight yang dibanderol Rp 30.000 untuk menikmati suasana keajaiban lampu-lampu di area Alun Eropa Dusun Semilir serta berbagai show menarik. Serta tiket terusan Rp 130.000 dapat mengakses ke semua wahana tersedia.

100 ‘Osil’ Meriahkan Taman Indonesia Kaya
Di momen Ramadhan wisata Dusun Semilir turut hadir memeriahkan acara menjelang berbuka puasa di kawasan Taman Indonesia Kaya sore itu. Sebanyak 100 orang mengenakan topeng Osil, maskot berang-berang (otter) ikonik dari Dusun Semilir, memadati area tersebut untuk membagikan 1000 paket takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan.
Kegiatan bertajuk “Senyum Semilir” ini berlangsung meriah pada pukul 16.30 hingga 17.00 WIB. Selain pembagian takjil, tim Dusun Semilir juga membagikan stiker Osil secara gratis kepada warga yang melintas di sepanjang Jalan Pahlawan, Taman Indonesia Kaya, hingga kawasan GOR Tri Lomba Juang.
Perlu diketahui, Osil merupakan karakter hewan otter penghuni kawasan Alas Tirta dan Alas Angon di Dusun Semilir. Kehadiran 100 “Osil” di pusat kota Semarang ini bertujuan untuk membawa suasana ceria destinasi wisata tersebut langsung ke tengah masyarakat.
“Berbagi 1000 takjil kali ini sangat unik karena kita membawa maskot/icon dari Dusun Semilir yaitu Osil. Kita ingin membuat Osil semakin dekat dengan masyarakat luas dan menjadi icon kesayangan banyak orang,” ujar Anisa Ayu, Manager Marketing Dusun Semilir.
Lebih dari sekadar aksi sosial, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Dusun Semilir dalam menebar senyum di bulan suci. Haryo Priambodo, Head of Sales & Marketing Dusun Semilir, menambahkan bahwa momen ini juga menjadi ajang undangan terbuka bagi masyarakat untuk merayakan libur Lebaran mendatang.
“Kegiatan ini menyasar masyarakat luas untuk membagikan kebahagiaan dan mengajak masyarakat tahu tentang Dusun Semilir, serta memilih Dusun Semilir sebagai tempat berwisata bersama keluarga di libur lebaran nantinya,” ungkap Haryo.
Melalui kegiatan “Senyum Semilir”, Dusun Semilir berharap dapat memberikan kesan mendalam bagi warga Semarang dan sekitarnya, sekaligus mempertegas posisinya sebagai destinasi wisata keluarga nomor satu di Jawa Tengah. (muz)














