Wisatawan Belanda Kunjungi FID UKSW Belajar Membatik

KREATIF : Wisatawan asal Belanda tengah belajar membatik bersama mahasiswa Fakultas Interdisiplin (FID) UKSW. ( foto : ist/dekan jateng pos)

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Lima wisatawan asing asal Belanda menyambangi Program Studi Destinasi Pariwisata (Despar) Fakultas Interdisiplin (FID) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) untuk bertukar budaya dengan mahasiswa Despar di Gedung G FID UKSW Salatiga.

Ada 20 mahasiswa Despar yang mengambil kelas Intensive English Language Program (IELP) turut mengikuti acara yang bertema “Introducing Indonesia to the World 2023” yang dibuka Wakil Dekan FID Aldi Herindra Lasso, S.Pd., M.M.Par., Ph.

“Anda dapat belajar tentang Indonesia dengan mahasiswa kami yang berasal dari berbagai daerah di Indoensia. Mahasiswa kami dapat belajar tentang Belanda dari Anda semua,” sambut wakil dekan FID yang mendapat gelar Doctor of Philosophy di Griffith University, Australia ini.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Despar FID Lasti Nur Satiani, S.S., M.Pd., mengungkapkan kegiatan ini berguna untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada turis asing yang sedang berkunjung.

Lasti Nur Satiani juga menyebut bahwa wisatawan asing yang datang merupakan hasil kerjasama dengan Yayasan Winih Abdi Mulyo Salatiga naungan Wempianus Bria, S.Mis., M.Si., yang juga merupakan pengajar Fakultas Psikologi UKSW. Wisatawan ini melakukan aksi sosial di Indonesia serta mempelajari budaya Indonesia di berbagai daerah selama 3 bulan.

Menurut Lasti Nur Satiani, kegiatan yang dilakukan kali ini sangat menarik dan bermanfaat mengingat Prodi Despar merupakan program vokasi yang mana kegiatan di dalamnya merupakan 30% mempelajari teori dan 70% melakukan praktek secara langsung.

“Saat ini, baru terdapat lima Prodi Despar di Indonesia, salah satunya di UKSW. Di sini, mahasiswa akan mempelajari pengembangan pariwisata. Cakupan yang dipelajari luas karena mahasiswa nantinya akan merencanakan pengembangan pariwisata di suatu daerah. Harapannya nanti mereka dapat mengembangkan destinasi wisata dan membangun suatu daerah dengan tata kelolanya,” imbuhnya.

Aktivitas yang akan dilakukan para mahasiswa dengan wisatawan asing antara lain sharing sambil menikmati jamuan makanan tradisional, membatik, makan siang di warung sekitar UKSW serta mengunjungi destinasi wisata Sidul Menul-Menul untuk bertukar informasi lebih jauh mengenai budaya masing-masing.

Salah satu wisatawan Belanda, Naomi mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia membatik dan merasa sangat senang. “Saya suka batik dan mengetahui cara orang membuat batik sangat menyenangkan. Disini saya belajar banyak tentang budaya Indonesia. Saya menyukai Indonesia karena mempunyai alam yang indah,” katanya. (deb/sgt)