25 C
Semarang
Selasa, 13 Januari 2026

RSUD Ungaran dan Ambarawa Kekurangan Oksigen

JATENGPOS.CO.ID,  UNGARAN – Penambahan pasien terpapar virus Corona atau COVID-19 membuat dua rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Semarang saat ini penuh. Tidak hanya itu, RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran dan RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa itu juga kekurangan pasokan oksigen.

“Dari pengecekan di dua rumah sakit umum daerah di Kabupaten Semarang, RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran dan RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa, saat ini penuh dan juga pasokan oksigen terkendala,” jelas Bupati Semarang, Kamis (8/7).

Ia menjelaskan, kebutuhan oksigen di RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran mencapai 2.100 m3 per hari. Namun pasokan oksigen per hari kurang dari itu.

Kekurangan pasokan oksigen juga terjadi di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. Kebutuhan oksigen mencapai 3.000 m3 per hari, tetapi pasokan oksigen belum mencukupi.

“Normalnya dalam sehari habis 2.100 m3 di RSUD Ungaran, tapi pasokan sementara belum bisa mencukupi. Baru mencapai 1.500-an m3. Untuk RSUD Ambarawa juga sama, pasokan oksigen belum mencukupi kebutuhan,” jelas Ngesti.

Baca juga:  Loka POM Surakarta Gandeng Lintas Sektor, Sosialisasikan Layanan Publik

Untuk mengatasi kekurangan oksigen, dua rumah sakit tersebut sudah berkomunikasi dengan Pemprov Jateng dan pihak ketiga. Namun pasokan yang ada hingga saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan oksigen di kedua rumah sakit itu.

“Untuk penambahan oksigen, pihak rumah sakit sudah berkomunikasi dengan Pemprov Jateng dan pihak ketiga. Tapi memang saat ini belum bisa terpenuhi,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Semarang mengusulkan lebih dari 90.000 dosis vaksin Covid-19 khusus untuk pekerja atau buruh di Kabupaten Semarang. Usulan itu disampaikan dalam rangka percepatan capaian kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Harapannya, itu bisa dicukupi semuanya. Di satu sisi, Pemkab Semarang juga terus melakukan vaksinasi. Setiap harinya, petugas sudah melakukan vaksinasi sekitar 2.500 dosis. Ini akan kami tingkatkan menjadi sekitar 5.000 dosis/harinya,” kata Bupati Semarang, Ngesti Nugraha di sela mengecek vaksinasi di PT Ungaran Sari Garmen (USG), Kamis (8/7).

Baca juga:  Peresmian Jembatan Ganefo, Pemprov Salah Tulis Nama Jembatan Bersejarah

Adapun kendala yang menghambat proses vaksinasi, lanjut Bupati Ngesti Nugraha, adalah adanya tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19. Kemudian adanya kesulitan untuk mencari nakes pengganti.

“Untuk solusinya, kami sudah menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran. Kemudian bekerja sama dengan Walubi. Dengan begitu, ketersediaan SDM khususnya nakes di puskesmas dan rumah sakit bisa tercukupi dalam rangka mendukung percepatan vaksinasi,” jelasnya.

Diketahui, per Rabu, 7 Juli 2021, jumlah warga Kabupaten Semarang yang terpapar Covid-19 total kumulatifnya mencapai 20.103 orang atau naik 380 kasus. Kasus aktif sebanyak 4.229 atau bertambah 336 kasus, rinciannya 202 kasus bergejala dan 4.027 kasus tidak bergejala.

Sementara warga yang sembuh dari Covid-19 tercatat ada 15.287 orang atau naik 401 kasus. Sedangkan warga Bumi Serasi yang meninggal dengan status positif Covid-19 ada 587 orang, bertambah 11 orang dari sehari sebelumnya. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...