31 C
Semarang
Kamis, 29 Januari 2026

Kreatif! Mahasiswa Undip Melakukan Inovasi dalam Modifikasi Pati Sagu ( Metroxylon sagu.) dengan Proses Ozonasi Sebagai Substituen Tepung terigu dalam Pembuatan Roti

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sagu merupakan makan pokok bagi masyarakat di Indonesia di bagian timur. Tanaman sagu merupakan tanaman yang telah lama dibudidayakan dan berperan penting sebagai makanan pokok sejumlah daerah di Asia Tenggara. Potensi sagu Indonesia sangat besar mencakup sekitar 60 persen luas sagu dunia.

Namun pati sagu memiliki kekurangan pada karakteristiknya yang sering menghambat aplikasinya di dalam proses pengolahan pangan. Pati sagu masih sangat sedikit pemanfaatanya karena sifat fisik dan kimianya kurang sesuai untuk digunakan oleh masyarakat luas, sehingga dilakukan modifikasi sifat-sifat dari pati dengan perlakuan fisik dan kimia atau kombinasi keduanya, salah satu contohnya modifikasi dengan menggunakan ozon. Ozon merupakan molekul yang terdiri atas tiga atom oksigen (O3).

Ozon termasuk dalam zat pengoksidasi yang sangat kuat (powerful oxidizing agent) yang juga dapat berperan sebagai non-chemical disinfectant. Selain itu, modifikasi pati sagu dengan ozon ramah lingkunan, tidak beracun, dan tidak menghasilkan limbah karena ozon setelah bereaksi akan berubah menjadi oksigen. Ozon memiliki reaksi reduksi-oksidasi dan sifat sebagai oksidator yang kuat, sehingga ozon ini mampu mengubah struktur, sifat psikokimia serta rheologi suatu pati.

Baca juga:  Keluarga Korban Buka Suara Penyebab Kematian Dokter Risma Lestari, Ternyata Karena Ini.. 

Agar bisa diaplikasikan dalam produksi modifikasi pati maka diperlukan kajian fundamental dan teknis reaksi oksidasi dengan ozonisasi. Oleh karena itu Tim PKM –RE Ozonasi Pati Sagu melakukan modifikasi pati sagu dengan ozon dapat meningkatkan kualitas pati sagu, sepeti meningkatan kelarutan, suhu gelatinasi, dan menurunkan kadar air. Hasil modifikasi pati sagu dengan ozon secara signifikan berpengaruh terhadap sifat psikokimia pati sagu.

Semakin lama waktu ozonasi, semakin besar pH, dan semakin besar suhu modifikasi pati sagu metode ozonasi kadar air dan kelarutan semakin menurun sedangkat daya kembang dan suhu gelatinisasi mengalami peningkatan.  Hal ini menyebabkan pati sagu termodifikasi mudah untuk diolah seperti sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan roti.

Baca juga:  Gondes Pora, Tempat Nongkrong Baru Untuk Komunitas di Kota Semarang

Roti dari pati sagu termodifikasi memiliki warna cokelat yang khas mirip dengan warna roti pada umumnya dan aroma yang dihasilkan memiliki aroma roti dan aroma pati sagu masih ada. Rasa roti termodifikasi sudah seperti roti tawar tetapi masih terdapat rasa tepung sagu native. Sedangkan untuk tekstur, roti termodifikasi memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan roti dari tepung terigu, tetapi tidak sekeras roti pati sagu native.

 

Penulis  :

Arimanto Lumbantoruan

Mahasiswa  Teknik Kimia, Fakultas Teknik

Universitas Diponegoro



TERKINI

Dikabarkan Pindah ke MU

Biarkan John Herdman Bekerja

Digaet Ajax Amsterdam Rp 24 Miliar

Rekomendasi

...

Semarang Banjir Lagi, Polisi Bantu Warga di...

Mudik? Wajib Mampir ke Alfaexpress 

Dorong Remaja Sukseskan Daulat Pangan

Juragan Grosir di Pati Dirampok Rp 300...