Semarang Music Fashion Festival, Ajang Kreatifitas pelajar SMP Kota Atlas


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Memeriahkan Hari Olahraga Nasional pada 9 September 2022, kota Semarang menggelar Semarang Music and Fashion Festival di Taman Sudirman, Kecamatan Gajahmungkur, Sabtu (10/9). Ajang ekspresi dan kreasi seni budaya bagi para pelajar SMP di Kota Atlas ini diikuti ratusan pelajar dari 53 SMP negeri dan swasta di Kota Semarang.

Semarang Music and Fashion Festival akan menyajikan sejumlah acara yang cukup menarik. Di antaranya fashion show yang menampilkan batik khas atau identitas tiap-tiap sekolah di Semarang.

“Tiap sekolah sebenarnya punya batik khas yang menjadi ciri atau identitas dari masing-masing sekolah. Ini menjadi unik dan menarik ketika ditampilkan dalam gerak padu fashion dari pelajarnya,” kata Ketua Panitia Semarang Music and Festival, BS Wirawan.

Ada juga lomba senam poco-poco yang tak hanya akan dinilai dari gerak padu para peserta tapi juga melihat tampilan dari seragam olahraga.

Baca juga:  Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kembali menyerukan pentingnya mempererat tali kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri gelaran Harmony of Java 2026 dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, Sabtu, 22 Agustus 2026 malam. Luthfi menegaskan, keberhasilan pembangunan Jawa Tengah tidak bisa bertumpu pada pemerintah semata, melainkan butuh semangat gotong royong bersama. "Membangun Provinsi Jawa Tengah ini harus mempunyai azas kebersamaan. Provinsi Jawa Tengah maju bukan berarti dari gubernur, bupati, atau walikota, melainkan dari seluruh komponen masyarakat yang bahu-membahu jadi satu,” kata Luthfi. Maka dari itu, tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah adalah "Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji". Hal itu menggambarkan semangat persatuan untuk bergerak bersama dalam membangun daerah. "Pesan saya, di ulang tahun yang ke-81 ini, mari kita rekatkan persatuan dan kesatuan. Kita singkirkan ego sektoral," jelasnya yang hadir bersama Wagub Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno. Menandai hari jadi ke-81, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah semester I-2026 mencapai 5,80%. Kemudian angka kemiskinan turun dari 9,48% menjadi 9,21%, artinya sekitar 3,37 juta masyarakat sudah terentaskan dari kemiskinan. Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk kembali berdoa untuk saudara-saudara yang sednag menghadapi musibah bencana alam. Di antaranya di Nusantara Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, Aceh, dan berbagai daerah lainnya. Doa tersebut sebagai bentuk empati dan kepedulian sesama bangsa Indonesia. "Malam hari ini kita doakan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Semoga dikuatkan, semoga ditabahkan, dan segera recovery," katanya seraya memimpin doa bersama. Adapun malam Harmony of Java dimeriahkan oleh KLa Project, Pertelon Koplo, dan Good Morning Everyone (GME), juga ada Saleho yang tampil lebih dulu pada Sabtu sore, 22 Agustus 2026. "Terima kasih sudah mengundang kami tampil di sini. Mari bersama-sama kita merayakan Indonesia. Semoga kita semua sejahtera dan semangat penuh cinta. Semoga saudara kita di NTT segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan," ujar Katon Bagaskara di tengah-tengah penampilan KLa Project. (ucl)

“Selain batik, seragam olahraga juga beda tiap sekolah. Bisa juga menjadi identitas bagi pelajar,” sebutnya.

Pentas musik pelajar juga menjadi daya tarik sendiri di ajang ini. Sebanyak lima grup band pelajar binaan SMPN 44 siap meghentak dan menghangatkan kesejukan suasana malam di Taman Sudirman. Serta ada 45 stand yang menampilkan prestasi dan program unggulan Kurikulum Merdeka tiap sekolah.

“Semarang Music and Festival memperebutkan piala wali kota, dengan total hadiah uang pembinaan hingga Rp12 juta,” tukas BS Wirawan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan apresiasi atas kreativitas gelaran Semarang Music and Fashion Festival. Selain bisa menjadi wadah kreasi seni budaya pelajar, kegiatan itu bisa dapat menjadi ajang sosialisasi untuk lebih membumikan Kurikulum Merdeka.

Baca juga:  Airlangga dan Habib Syeikh Jadi Tuan Rumah Haul Ki Ageng Gribik di Klaten

“Ini menjadi ajang positif bagi anak-anak kita, khususnya para pelajar SMP. Kami berharap bisa menjadi momen pendorong bagi sekolah maupun stakeholder terkait lebih kreatif membuat wadah atau kegiatan yang bisa mewadai energi dan semangat kreatif pelajar kita,” kataHendi.

Berkaca dari tren Citayam Fashion Week yang bernah hit beberapa waktu lalu, Hendi menyebut Semarang Music and Fashion Festival juga bisa menjadi wadah bagi anak muda di Semarang di bidang fashion. Meski saat ini lebih menonjolkan kreasi batik seragam sekolah, ke depan diharapkan bisa berkembang ke style fashion kekinian.

Sementara Sekda Iswar Aminudin menambahkan saat menyampaikan sambutan pembukaan acara bahwa kegiatan ini bisa menciptakan sinergi antarsekolah. “Agar saling lebih mengenal, khususnya antar siswa. Dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan di Kota Semarang,” ungkapnya. (Prast.wd/biz/sgt)



TERKINI

Rekomendasi

...