31.8 C
Semarang
Minggu, 10 Mei 2026

Asyiknya Belajar IPS Kelas V SD dengan Metode Role Playing




Seiring dengan perkembangan kehidupan masyarakat di era global, di masa yang akan   datang siswa akan menghadapi tantangan kehidupan yang lebih berat. Oleh karena siswa perlu dibekali dengan muatan pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) perlu didesain sedemikian rupa   sehingga siswa mampu mengembangkan proses belajarnya, aktif, kreatif dan tanggap terhadap dinamika kehidupan bermasyarakat yang menjadikan pengetahuan akan tantangan kehidupan dimasa   mendatang.

 Di dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Akan tetapi, guru juga diharapkan dapat bertindak sebagai motivator yaitu menumbuhkan motivasi peserta didik dalam belajar. Selain itu, guru juga diharapkan dapat bertindak sebagai pendorong aktivitas, seperti yang dikatakan oleh Wahyudi (2012:120) bahwa peranan  guru sebagai agen pembelajaran salah satunya yaitu guru sebagai pendorong aktivitas, yakni kegiatan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada menjadi ada dan tidak dilakukan oleh seseorang atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.

Pengajaran pendidikan IPS tidak hanya menyajikan materi yang memenuhi isi berkaitan dengan ingatan siswa, akan tetapi lebih mengkaji kebutuhannya sendiri dan sesuai dengan tuntutan masyarakat. Sama seperti pembelajaran mata pelajaran yang lain sangat penting untuk menggunakan beberapa metode pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak merasa jenuh dengan metode pembelajaran yang terkesan monoton dan kurang menyenangkan terutama pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar.

Baca juga:  Sinkronus dan Asinkronus Solusi MPLS Siswa Baru Tahun 2021

Berdasarkan observasi penulis di SDN Prampelan 2 Kec. Kaliangkrik Kab. Magelang teridentifikasi beberapa hambatan dalam pembelajaran Kurikulum 13 muatan pelajaran IPS di kelas V khususnya pada pemahaman konsep materi Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara. Hambatan tersebut antara lain hasil belajar siswa masih rendah karena siswa tidak tertarik terhadap mata pelajaran IPS yang diberikan. Guru cenderung menggunakan metode ceramah sehingga proses pembelajaran hanya berjalan satu arah. Untuk mengatasi hambatan tersebut penulis menggunakan inovasi pembelajaran yang biasanya kita kenal dengan model pembelajaran bermain peran atau role playing. Role playing ialah metode pembelajaran yang perlu menjadi pengalaman belajar siswa terutama dalam konteks pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan didalamnya. Biasanya langkah teknis, role playing sering digunakan sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran yang dikembangkan dengan stressing metode pendekatan lainnya seperti inkuiri, demonstrasi dan lainnya. Metode ini dikenal juga dengan sebutan metode sosiodrama. Yang mana dalam proses pembelajaran pembelajaran diharapkan para guru dan siswa memperoleh penghayatan nilai-nilai dan perasaan- perasaan dengan bermain peran.

Adapun langkah-langkah pembelajaran role playing pada materi Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan Perumusan Dasar Negara antara lain: 1. Guru memperlihatkan gambar teks proklamasi kepada siswa; 2. Guru menjelaskan pentingnya usaha dan kerja keras para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia; 3. Guru melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; 4. Guru memfasilitasi siswa seperti pemutaran film/video untuk memacu rasa ingin tahu siswa; 5. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk bermain peran; 6. Siswa ditugaskan mengenali tokoh-tokoh yang berperan dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia; 7. Siswa mendiskusikan peristiwa apa saja yang terjadi menuju proklamasi kemerdekaan Indonesia; 8. Guru bertanya jawab tentang peran yang dimainkan oleh siswa; 9. Guru bersama siswa menyimpulkan sikap yang harus diteladani dari para tokoh proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dengan metode role playing siswa dapat memperoleh pembelajaran yang berkesan sehingga mereka akan mudah memahami konsep. Metode ini juga dinilai sangat menarik bagi siswa sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias. Selain itu, dengan menerapkan metode ini dapat menumbuhkan semangat siswa untuk belajar serta menumbuhkan rasa kebersamaan melalui pembelajaran yang menyenangkan. Siswa pun dapat terjun langsung memerankan sesuatu yang akan dibahas dalam proses belajar mengajar

Baca juga:  Tumbuhkan Literasi dengan Pojok Baca

 

Parmuji,S.Pd.SD

SDN Prampelan 2 Kec. Kaliangkrik Kab. Magelang




TERKINI




Rekomendasi

...