29 C
Semarang
Sabtu, 31 Januari 2026

MINUMAN SUGAR FREE TERNYATA TIDAK BEBAS GULA? SIMAK FAKTANYA.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pernahkah anda mendengar istilah sugar free? Istilah ini mungkin akrab dengan anda karena sering anda temui pada makanan atau minuman kemasan favorit anda. Namun, apakah istilah ini benar-benar mewakili bahwa produk tersebut sepenuhnya bebas gula? Tentunya ini menjadi pembahasan menarik karena siapa yang tidak tertarik dengan produk yang diklaim lebih sehat? Konsumen pasti banyak yang tergiur dengan iming-iming asupan gula yang lebih rendah. Faktanya, istilah-istilah seperti sugar free, less sugar, dan low sugar tidak memiliki arti persis seperti yang anda kira. Istilah ini sangat erat hubungannya dengan strategi marketing dari produk tersebut. Sebagai seorang pembeli, alangkah baiknya anda mengetahui perbedaan dari istilah-istilah tersebut.

Menurut FDA (Food and Drug Administration),  Istilah sugar free berarti kandungan gula yang digunakan dalam produk sejumlah kurang dari 0,5 gram per 100 gr (padat) atau 100 ml (cair). Misalnya jika minuman favorit anda terkemas dalam botol dengan berat bersih 500 mL berarti maksimalnya minuman anda tetap mengandung gula sebanyak 2,5 gram.  Selanjutnya terdapat istilah low sugar. Istilah ini artinya makanan dan minuman memiliki kandungan gula 5 gram dalam 100 gram (padat) dan 2,5 gram dalam 100 ml (cair). Hal ini berarti produk dengan label low sugar tetap memiliki kandungan gula, namun kadarnya lebih rendah dari produk original atau yang telah ada sebelumnya sehingga biasanya anda menemukan produk dengan label ini rasanya tidak terlalu manis dan tidak terlalu hambar. Terakhir ada juga istilah less sugar. Istilah ini dapat sangat mengecoh anda karena mirip dengan istilah low sugar. Low sugar pada label produk makanan atau minuman berarti produk tersebut memiliki kandungan yang lebih rendah. Makanan atau minuman dengan less sugar memiliki kandungan gula 25% lebih sedikit dibandingkan kandungan gula asli pada produk sebelumnya. Jadi belum tentu produk less sugar lebih sehat daripada produk low sugar, karena kandungan gulanya hanya dikurangi dari kadar sebelumnya.

Baca juga:  Kiprah Aktivis Perempuan Muda Uyghur Melawan Genosida

Dengan informasi di atas sebagai pembeli kini bisa lebih memahami istilah-istilah yang ada pada produk makanan atau minuman yang di sekeliling anda. Dalam rangka tetap menjaga kesehatan, konsumsi gula harusnya disesuaikan pada batas konsumsi gula harian. Batas konsumsi gula Kementerian Kesehatan RI (Kemkes) per orang per hari yaitu 50 gram (4 sendok makan) gula. Maka bijaklah dalam mengatur konsumsi gula harian anda. Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan resiko beberapa masalah kesehatan seperti penyakit gula darah tinggi, gigi berlubang, obesitas sampai diabetes melitus.

Dalam ilmu teknologi pangan telah dikenal pemanis  yang lebih ramah pada kesehatan anda. Pemanis stevia yang berasal dari daun Stevia rebaudiana Bertoni. Daun stevia mengandung pemanis alami non kalori dan mampu menghasilkan rasa manis 70-400 kali dari manisnya gula tebu. Rahasia kemanisan stevia terletak pada molekul kompleksnya yang disebut steviosid yang merupakan glikosida tersusun dari glukosa, sophorose dan steviol.  Menurut Food and Drug Administration (FDA), batas maksimal penggunaan harian stevia adalah 4 miligram per kilogram berat badan. Stevia memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan yang telah dibuktikan oleh  banyak peneliti, diantaranya tidak mempengaruhi kadar gula darah anda, aman dikonsumsi penderita diabetes, dapat mencegah kerusakan gigi dengan menghambat pertumbuhan bakteri di mulut, dapat memperbaiki pencernaan dan meredakan sakit perut. Baik  dikonsumsi untuk mengatur berat  badan dan untuk membatasi makanan manis berkalori tinggi.

Baca juga:  INFUSED WATER: Membuat Rasa Air yang Berbeda dan Menyegarkan

Data Penulis : 

Nama Faishal Ariq

Program Studi  Teknologi Pangan

Fakultas Teknologi Industri Pertanian  

Universitas Padjadjaran                     



TERKINI

Rekomendasi

...