25 C
Semarang
Kamis, 12 Maret 2026

Bayi Sudah Bisa Dipijat Saat Usia 0 Hari


JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Ternyata, bayi sudah bisa dipikat saat usia 0 hari. Ini artinya, orang tua atau tenaga medis sudah bisa memberikan stimulasi pijat sesaat setelah bayi lahir. Bidan Desiana Trisni dari House of Nenny Mom and Baby Care Magelang mengatakan, bayi sudah bisa dipijat enam jam setelah persalinan.

Namun, Desi mengarisbawahi, tidak semua bayi bisa langsung dipijat. Ada beberapa kondisi tertentu yang harus dipenuhi, misalnya, bayi lahir melalui persalinan normal dengan berat badan cukup, yakni 2.400-4.000 gram. Selain itu, usia kehamilan tidak boleh kurang dari 37 minggu.

“Untuk kondisi bayi lahir normal dan tidak ada masalah ketika si anak lahir atau dalam proses persalinannya, ini boleh diberikan pijatan mulai dari 0 hari,” ucap Desi dalam Live Instagram Doodle Exclusive Baby Care, beberapa waktu lalu.

Lain halnya dengan bayi prematur yang baru bisa diberikan pijatan saat usianya mencapai 2 hari. Kondisi prematur adalah keadaan ketika bayi lahir dengan berat badan rendah di bawah 2.400 gram atau ketika usia kehamilan belum mencapai 37 minggu.

“Kita pastikan dulu kondisinya. Apakah kondisi si anak sudah stabil atau membutuhkan perawatan khusus. Misalnya diharuskan menginap di rumah sakit karena harus diinkubator. L Untuk bayi yang riwayatnya lahir prematur dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah kita minta orang tua memberikan surat rekomendasi dari dokter yang menangani apakah bayi sudah boleh diberikan terapi,” tutur Desi.

Baca juga:  PT. Fks Multi Agro Cabang Semarang Tanam Bibit Mangrove Di Grand Maerakaca Semarang

Bidan Desi menjelaskan, bayi dengan kondisi normal bisa dipijat dengan teknik pijat taktil dan kinestetik stimuli. Teknik pijat ini bermanfaat membantu meningkatkan bonding antara bayi dengan orang tua atau pengasuhnya. Teknik pijat ini bermanfaat untuk merangsang beberapa reflek ada bayi, misalnya reflek kejut, reflek mengisap, reflek menelan, dan sebagainya.

”Dengan kita memberikan pijatan taktil dan kinestetik, kita melatih otot-otot bayi biar terbiasa untuk bergerak. Jadi dengan memberikan pijatan, tentu saja adanya bonding dari orang tua yang memberikan pijatan, diharapkan membuat bayi lebih tenang. Harapannya dengan si anak lebih tenang, tidurnya lebih nyaman. Harapannya, pertumbuhan dan perkembangannya lebih baik lagi,” tutur Desi.

Teknik pijat ini bisa dipraktikkan sebanyak 4 kali dalam sehari dan bisa diberikan hingga tali pusat bayi puput. Setelah itu, orang tua bisa melanjutkan dengan teknik balur sampai bayi berusia 31 hari.

Baca juga:  Baznas Luncurkan Zmart, Zcoffee, dan BMM

“Karena takutnya over stimulasi dan juga takutnya nanti justru malah menyebabkan perdarahan atau justru infeksi yang akan membahayakan si bayi. Jadi ketika bayi diberikan pijatan, tali pusatnya belum pupus, sebenarnya enggak masalah. Hanya saja kita menghindari agar lebih berhati-hati untuk memberikan pijatan di daerah tali pusatnya,” kata Desi.

Teknik pijat taktil dan stimuli kinestetik juga dapat diberikan pada bayi prematur. Perbedaannya hanya pada usia bayi. Jika pada bayi normal teknik taktil dan kinestetik stimuli bisa diberikan mulai 0 hari sampai tali pusat bayi puput, pada bayi prematur pijat taktil dan kinestetik stimuli dapat diberikan sampai bayi berusia 31 hari. Setelah bayi berusia 31 hari, orang tua dapat menerapkan teknik balur hingga usia dua bulan.

Jangan lupa, selama pemijatan, gunakan minyak telon Doodle dengan wangi sweet green tea untuk melenturkan kulit bayi agar tidak luka. Minyak telon Doodle atau Doodle Exclusive Telon Oil merupakan produk unggulan Doodle Exclusive Baby Care. (Dea/bis)



TERKINI

Rekomendasi

...