BYD Bidik Pasar Jateng Lewat M6 DM, Tawarkan Solusi Mobilitas Hemat dan Fleksibel


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT BYD Motor Indonesia memperkenalkan BYD M6 DM sebagai kendaraan hybrid terbaru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan kendaraan hemat, tangguh, dan fleksibel. Produk ini dinilai cocok untuk daerah yang infrastruktur kendaraan listriknya masih berkembang.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengatakan teknologi DM (Dual Mode) sebenarnya bukan hal baru bagi BYD. Teknologi tersebut telah digunakan secara luas di pasar global selama bertahun-tahun.

“Secara global penjualan kendaraan BYD sudah mencapai sekitar 16,5 juta unit dan hampir 50 persen di antaranya merupakan kendaraan dengan teknologi DM,” katanya di sela Media Challenge BYD M6 DM di Semarang, Senin (15/6).

Menurutnya, peluncuran M6 DM di Indonesia dilakukan setelah melalui berbagai kajian. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi infrastruktur kendaraan listrik di sejumlah daerah yang masih menghadapi tantangan.


Selain itu, tingkat kesiapan sebagian konsumen untuk langsung beralih ke kendaraan listrik murni juga belum sepenuhnya tinggi. Kondisi harga bahan bakar yang terus meningkat serta potensi kelangkaan pasokan juga menjadi alasan BYD menghadirkan teknologi hybrid.

Baca juga:  Stimulus Listrik Ringankan Beban Masyarakat di Masa Pandemi

“Kami melihat ini sebagai momen yang tepat untuk membawa teknologi DM ke Indonesia karena bisa menjadi solusi transisi menuju kendaraan elektrifikasi,” ujarnya.

Luther menjelaskan, karakter kendaraan yang dicari masyarakat Indonesia adalah multifungsi, kuat, harga terjangkau, dan irit dalam penggunaan energi. Faktor-faktor tersebut menjadi dasar pengembangan BYD M6 DM.

BYD M6 DM dipasarkan dalam lima varian, yakni Standard, Superior Standard, Classic, Advance Superior, dan Premium. Secara nasional, kendaraan tersebut dibanderol mulai Rp298 juta hingga Rp380 juta.

“Harga di masing-masing daerah masih disesuaikan karena ada komponen pajak dan biaya lainnya, namun secara nasional berada pada rentang tersebut,” jelasnya.

Saat ini BYD mulai melakukan distribusi kendaraan ke berbagai daerah. Beberapa unit sudah tersedia untuk kebutuhan display dan pengenalan produk di jaringan dealer.

Luther mengungkapkan minat masyarakat terhadap M6 DM cukup tinggi sejak harga resmi diumumkan. Jumlah peminat disebut telah mencapai ribuan orang di berbagai daerah.

Untuk mendukung layanan purnajual, BYD telah menyiapkan sekitar 90 showroom yang dilengkapi fasilitas servis kendaraan listrik maupun hybrid. Infrastruktur layanan tersebut sudah dipersiapkan sejak awal pengembangan jaringan dealer BYD di Indonesia.

Baca juga:  Sido Muncul Resmikan Laboratorium Farmakologi, Perkuat Riset Herbal Berbasis Ilmiah

“Semua fasilitas maintenance kendaraan hybrid maupun listrik sudah siap karena sejak awal kami memang membangun jaringan yang mampu melayani kedua teknologi tersebut,” ungkapnya.

Di Jawa Tengah, BYD mencatat perkembangan pasar yang cukup positif. Dari sekitar 1.600 kendaraan listrik yang beredar di wilayah tersebut, BYD menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar.

Menurut Luther, capaian itu menunjukkan kepercayaan masyarakat Jawa Tengah terhadap kendaraan listrik BYD terus meningkat. Kehadiran jaringan dealer yang semakin luas juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan tersebut.

Saat ini BYD telah memiliki dealer di Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Dalam waktu dekat, perusahaan juga akan menambah jaringan pemasaran di sejumlah kota lainnya.
“Bahkan pada 17 Juni nanti kami akan membuka empat showroom baru secara bersamaan di Jawa Tengah sebagai bentuk keseriusan kami mengembangkan pasar di wilayah ini,” tandasnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...