28.2 C
Semarang
Kamis, 7 Mei 2026

Pabrik Sabu Semarang Digrebek, Dua Peracik Digaji Rp 500 juta 




JATENGPOS.CO.ID,SEMARANG – Dua orang peracik narkoba jenis Sabu Kristal dan Sabu Cair (water happy), berhasil ditangkap dalam penggerebekan oleh tim gabungan Ditnarkoba Bareskrim Polri, Bea Cukai dan Polda Jateng di sebuah rumah di Jl. Ngesrep Barat, Kel. Srondol Kulon, Kec. Banyumanik Kota Semarang, Rabu (3/4).

Dua tersangka berinisial PR dan F ini, baru beroperasi  2 minggu di Semarang. Pelaku juga berstasus residivis tindak pidana Narkotika.

DIBONGKAR: Tim Gabungan menunjukan barang bukti ungkap produksi narkoba rumahan di Jalan Ngesrep Barat Banyumanik Semarang. FOTO : DOK/JATENG POS

“Rumah kontrakan tersebut diduga sebagai pabrik narkoba jenis sabu-sabu dan happy water. Dalam penggerebekan yang kami lalukan dengan tim gabungan, kedua tersangka tengah mengenakan pakaian hazmat dan tertangkap basah saat meracik narkoba,” kata Direktur IV Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa dalam gelar ungkap kasus di tempat kejadian perkara, Kamis (4/4).

Dijelaskan, para pelaku mendapat perintah dari KA (DPO) untuk memproduksi sabu dan happy water dengan janji upah Rp 500 juta yang akan diberikan setelah proses produksi selesai.

Baca juga:  Ahmad Luthfi Tegaskan Dunia Pariwisata Tidak Pernah Alami Resesi 

 

“Happy water yang diungkap ini jenisnya sama dengan penangkapan di Thailand beberapa waktu lalu,” tandasnya.

Lanjut Brigjen Pol Juharsa, kedua pelaku bisa meracik karena dipapan ada petunjuk cara membuat happy water dan sabu dan di pandu melalui video call oleh tersangka lain berinisial KA yang kini tengah buron.

“Dalam seminggu, mereka mampu memproduksi 2 ribu sachet happy water dan sabu 3 kg. Hasil produksi diduga akan diedarkan ke sejumlah kota besar yang memiliki fasilitas hiburan malam,” terangnya.
Barang haram tersebut, akan diedarkan di Jakarta,Bandung, Surabaya, Makassar, Kalimantan dan di kota besar di mana banyak tempat hiburan malam .

“Beruntung sebelum sempat dieredarkan bisa kita ungkap. Efek dari menggunakan happy water ini, sama dengan menggunakan ekstasi. Happy water ini digunakan dengan cara diseduh dengan air putih dan diminum sehingga bisa membuat tripping atau On,” kata Brigjen Pol Juharsa.

Baca juga:  Mengenal Tradisi Sedekah Bumi di Blora Jawa Tengah 

Ugkap kasus narkotika yang terbilang besar ini, hasil olah dari informasi dari Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta tentang masuknya sejumlah bahan kimia dasar produksi Narkoba (prekusor) dari China dan Hongkong ke dalam negeri.

“Selama Januari hingga Maret 2024 sudah ada 7 paket prekusor yang masuk dari China dan Hongkong. Hal ini kita selidiki dan berujung pada pengungkapan kasus terssbut,” tutup Brijen Pol Mukti Juharsa.

Dari hasil pengungkapan kasus tindak pidana Narkotika ini, telah di selamatkan banyak generasi muda dari ancaman bahaya narkoba. (ucl/jan)




TERKINI




Rekomendasi

...