25 C
Semarang
Senin, 2 Februari 2026

Kapolda Jenguk Korban Keracunan Massal di Tandang Semarang

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG –  Kasus dugaan keracunan yang dialami puluhan warga Jalan Tandang RT 6 RW 10Jomblang Candisari, mendapat perhatian khusus dari Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Kapolda langsung menjenguk warga yang sedang dalam perawatan medis di Rumah Sakit Roemani Kota Semarang, Jumat (7/6) petang lalum
Pada kesempatan Irjen Pol Ahmad Luthfi meminta kepada jajarannya untuk terus memberikan perhatian serta memantau kondisi kesehatan terhadap para korban.

Pada saat Kapolda menjenguk total ada 15 orang yang masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. Selain memastikan perawatan korban berjalan baik, pihaknya juga melakukan penyelidikan kejadian kasus tersebut.

“Ada tujuh saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan, selain itu juga melakukan uji laboratorium terkait makananan katering yang dikonsumsi warga tersebut,” ujar Kapolda.

Baca juga:  Transaksi Judol Jateng Rp 1,3 Triliun, Gubernur Nana: Tanya Kapolda!

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan tujuh orang saksi termasuk saksi korban yang sakit dan menunggu hasil lab yang belum keluar, kepolisian akan menelusuri apakah penyebab keracunan itu.

“Nanti kami akan telusuri apakah ada penyebab daripada keracunan ini apa. Yang jelas di duga ada unsur lalai, tapi belum sampai menyebabkan meninggalnya orang. Minimal kepolisian tahu ini ada sesuatu yang perlu diselidiki terkait lab yang di kandungan makanan,” tutup Irjen Pol Ahmad Lutfhi.

Di tempat yang sama, humas RS Roemani, Sigit Budiarto mengatakan, ada 12 pasien yang dirawat di sana dan beberapa di antaranya berencana pulang hari ini.

“Para pasien itu datang tidak bersamaan yaitu antara tanggal 4 Juni sampai 7 Juni 2024. Kondisi awal yang dirasakan saat ke UGD, diagnosa diare. Diagnosa awal makan dari mi instan dan diare. Datangnya tidak bersamaan, tanggal 4 dan 7 Juni, ada yang tanggal 5. Keluhan sama,” terangnya.

Baca juga:  Badko LPQ Semarang Bantu Warga Korban Erupsi Semeru

Dijelaskan, rentang usia pasien yang dirawat adalah anak-anak, remaja, dan dewasa.

“Mereka dirawat di RS Roemani ruang Sullaiman 501 A dan B, Sulaiman 505 A dan B, Sulaiman 6, Sulaiman 3, Ayub 2, dan Ayub 3. Jumlah pasien, mungkin di luar banyak. Untuk di RS Roemani ada 12, tapi ada yang mau pulang,” tutup sigit.

Telah di wartakan sebelumnya, ada sekitar 85 orang yang mengeluh tak enak badan usai mengkonsumsi makanan arisan (katering) yang berisi mi goreng, pisang cokelat, dan tahu bakso. Total ada 20 orang dirawat di rumah sakit. (ucl/jan)


TERKINI

Rekomendasi

...