JATENGPOS. CO. ID, SALATIGA – Banyak manfaat yang bisa diambil dari retret kepala daerah di Akmil Magelang. Salah satunya yang dianggap mahal, retret menjadi forum bertemunya jaringan pertemanan antara bupati/walikota, gubernur, hingga para menteri. Sehingga bisa saling tukar pengalaman untuk membangun koneksi.
Itulah pengalaman tak ternilai yang dirasakan dr. Robby Hernawan, walikota Salatiga periode 2025-2030. Robby mengaku, pertemuan dengan kepala daerah itu menjadi koneksi penting untuk berkolaborasi membangun daerahnya masing-masing.
“Benar-bena ini pengalaman tak ternilai, tak bisa dinilai hanya dengan uang yang dikeluarkan. Yang paling berharga saya bisa ketemu kepala daerah lain, saling diskusi, saling berbagi pengalaman, saling menawarkan potensi masing-masing untuk kolaborasi pembangunan kedepan,”katanya, di rumah dinas Walikota, Sabtu, 1 Maret 2025.
Bahkan Robby mengaku bisa berteman akrab dengan kepala daerah terdekat, seperti Boyolali, Solo, bahkan dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Tiap hari dia mengaku tidur satu glamping dengan bupati Jepara, Boyolali, dan lainya.
“Selama satu minggu, tiap hari saya tidur di glamping bekas retret menteri yang dulu. Kalau para wakil kepala daerah yang nyusul belakangan tidur di barak-barak. Siang malam ketemu kawan-kawan saling guyonan, bahkan bisa ketemu pak Gubernur Jawa Tengah, Pak Luthfi, saling diskusi memajukan Jawa Tengah. Saking akrabnya, kami sampai dapat sebutan besty dengan beliau. Ini mahal sekali untuk modal koordinasi membangun daerah,”ucap suami Ny Retno Margi Astuti, itu.
Menurut Robby, ngobrol dan diskusi tiap hari dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga dilakukan bersama kepala daerah lain di Jawa Tengah. Mereka berkomitmen maju bersama dengan tage line “Jateng untuk Satu, Satu untuk Jateng”.
“Pak Gub orangnya welcom sekali, enak diajak ngobrol. Kami diskusi terus apa yang harus dilakukan sama-sama untuk kemajuan Jawa Tengah,” ucapnya.
Selain mendapat koneksi, selama retret, Robby juga mengaku mendapat materi berbobot seputar manajemen birokrasi, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan lainya. Materi diberikan para pakar yang ahli dibidangnya dan para menteri terkait.
“Untuk rutinitas, kami bangun sebelum subuh, lalu lanjut kegiatan pagi baris-berbaris, lanjut sarapan. Setelah itu langsung mengikuti paparan materi dari pagi hingga malam,” imbuh dokter spesialis obgyn (kandungan) ini. (deb/jan)













