JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Aset potensial Kabupaten Karanganyar akan ditawarkan dalam temu investor di D’Tjolomadu. Tak hanya aset di bidang manufaktur, tapi juga kerajinan dan budaya.
Ketua Kadin Karanganyar, Joko Sutrisno mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan acara temu investor di penutupan Soloraya Great Sale (SGS) di Colomadu.
“Acaranya nanti masing-masing Kabupaten menyampaikan potensi investasi di daerah masing-masing. Kita juga minta agar membuat ketrampilan jerami. Nanti akan dihadiri Bupati se Soloraya dan Gubernur Jateng,” ungkap Joko Sutrisno, Senin (28/7).
Acara temu investor juga menjadi ajang tiap daerah menampilkan kesenian masing-masing. Sehingga mampu menarik minat masyarakat. Pihaknya juga mengundang UMKM agar ikut berkumpul. Untuk meningkatkan omset usahanya.
“Kita pilih segmen investasi karena ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan potensi daerah di Soloraya Great Sale. Presentasi investasi akan bermanfaat buat penyerapan tenaga kerja, peningkatan usaha dan suplyer,” ujar Joko Sutrisno.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Karanganyar, Heru Joko Sulistyono menambahkan, aset Karanganyar yang potensial tak hanya manufaktur tapi juga kerajinan dan budaya. Ia menilai, dalam bisnis itu yang dijual brand. Peran DPMPTSP adalah membuka peluang investasi.
“Stan UMKM dan ekonomi kreatif, serta Performing art ini menjadi daya tarik. Untuk aset lahan tidur yang kita tawarkan tak hanya milik Pemerintah Kabupaten Karanganyar, tapi juga milik masyarakat. Aset Pemkab yang diminati saat ini paling banyak ya di Pujasera, Popongan, perhitungan investor di nilai sewa dan jangka waktu,” jelasnya.
Untuk investasi di bidang manufaktur dan Industri, pihaknya menawarkan wilayah Gondangrejo. Dengan perhitungan wilayah yang terbebas dari cagar budaya. Sedangkan, untuk Perumahan pihaknya merekomendasikan wilayah Karanganyar, Jaten, dan Tasikmadu.
“Saat ini investasi kita sudah 1,8 triliun untuk satu smester ini. Target kita 5,2 triliun di tahun 2025. Sektor industri tekstil masih tertinggi, selanjutnya industri makanan dan peternakan. Ini juga ada produksi tas yang sudah masuk. Di Kaliwuluh, Tasikmadu. Itu serap 1000 karyawan,” tandasnya. (yas/rit)








