32 C
Semarang
Rabu, 4 Maret 2026

PLN Masuk Daftar Fortune Global 500 Berkat Lonjakan Pendapatan

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA — PT PLN (Persero) mencatat sejarah baru dengan masuk dalam daftar bergengsi Fortune Global 500 tahun 2025, menempati posisi ke-469 dunia. Pencapaian ini didorong oleh pendapatan perusahaan yang menembus Rp545,4 triliun sepanjang 2024, meningkat 11,9% dibanding tahun sebelumnya.

Dengan keberhasilan ini, PLN menjadi satu-satunya perusahaan utilitas asal Indonesia yang berhasil masuk ke dalam jajaran korporasi terbesar global.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, capaian ini merupakan hasil nyata dari transformasi menyeluruh yang telah dilakukan perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

“Masuknya PLN dalam daftar Fortune Global 500 menunjukkan bahwa strategi transformasi kami berjalan dengan baik. Ini bukan sekadar soal skala usaha, tetapi juga pengakuan atas daya saing dan ketangguhan PLN dalam menghadapi tantangan global,” ujar Darmawan.

Peningkatan pendapatan ini utamanya didorong oleh pertumbuhan volume penjualan listrik yang mencapai 306,22 terawatt hour (TWh) sepanjang 2024—naik 6,17% dibanding tahun 2023. Nilai konsumsi listrik tersebut setara dengan Rp353,17 triliun.

Baca juga:  Jokowi Perintahkan Produk UMKM Dimasukkan e-Katalog, Ganjar Jelaskan Begini

Sektor rumah tangga tercatat sebagai konsumen terbesar dengan kontribusi 43%, disusul industri (30%), bisnis (19%), dan sektor lainnya (8%). Konsumsi rumah tangga tumbuh 6,62% menjadi 130,43 TWh, sedangkan sektor industri meningkat 4,17% menjadi 92,28 TWh.

Darmawan juga menggarisbawahi pentingnya dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi dan kebijakan energi yang mendukung pertumbuhan sektor ketenagalistrikan.

“Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi dengan pemerintah dan kepercayaan pelanggan yang mendorong kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” tambahnya.

Kinerja keuangan PLN turut diperkuat oleh langkah efisiensi biaya, penguatan struktur bisnis, dan digitalisasi proses operasional. Strategi ini turut mendongkrak produktivitas perusahaan dan menurunkan beban operasional secara signifikan.

Indikator kesehatan keuangan PLN juga menunjukkan perbaikan. Debt to Equity Ratio (DER) turun menjadi 38,02%, sementara Consolidated Interest Coverage Ratio (CICR) naik menjadi 3,71 kali pada 2024.

Salah satu inisiatif penting dalam penguatan sistem keuangan adalah penerapan Cash War Room (CWR), yang menyinergikan pengelolaan anggaran, likuiditas, manajemen utang, dan valuasi aset. PLN juga menjalankan berbagai inisiatif seperti spend control tower, centralized payment, dan centralized planning guna memastikan efisiensi dan visibilitas keuangan yang tinggi.

Baca juga:  Penjualan Pertamax Green 95 Tembus 4000 Liter/Hari

“Dengan sistem centralized payment, kami bisa mempercepat pembayaran bahkan sebelum jatuh tempo. Ini menjadi kunci menjaga kesehatan arus kas dan memperkuat daya saing perusahaan,” jelas Darmawan.

Tak hanya dari sisi pendapatan, total aset PLN juga menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hingga akhir 2024, aset tercatat sebesar Rp1.772,4 triliun, naik 6,09% dibanding tahun sebelumnya—mengindikasikan fundamental keuangan yang semakin solid.

Darmawan juga menegaskan bahwa digitalisasi akan terus menjadi pilar utama transformasi PLN ke depan. Pembangunan infrastruktur teknologi menjadi kunci dalam mewujudkan sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

“Kami akan terus berinovasi, memperluas kolaborasi global, dan mendorong transisi menuju energi hijau. PLN siap menjadi penggerak utama dalam transformasi energi Indonesia,” tutupnya.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...