30 C
Semarang
Sabtu, 28 Februari 2026

Tim Peneliti Undip Ubah Limbah Plastik jadi Bahan Bakar

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Tim peneliti Universitas Diponegoro kembali melakukan inovasi teknologi bernama pirolisis katalisis yang mampu mengubah sampah plastik menjadi energi terbarukan.

Teknologi ini digagas oleh Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., dosen Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik UNDIP, bersama tim dari DIPO Fuel, didukung LPPM UNDIP, serta tiga mahasiswa bimbingannya.

Mereka merancang dan mengembangkan alat pirolisis modular yang mengolah limbah plastik tanpa oksigen, dipadukan dengan katalis hasil pengembangan riset lokal.

Hasilnya, sampah plastik seperti botol/gelas air minum, sendok makan, bungkus makanan, kantong belanja, hingga styrofoam, bungkus bekas rokok dan lainnya dapat diubah menjadi bahan bakar cair (liquid fuel), gas, dan residu padat (wax) yang bernilai guna.

Baca juga:  Pelajar Difabel Berprestasi Terima Beasiswa dari Bupati Semarang

Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/8/2025), Prof. Didi menyampaikan bahwa alat ini didesain dengan sistem pemanas hybrid menggunakan oli bekas dan gas elpiji, memungkinkan alat tetap bekerja bahkan saat terjadi pemadaman listrik.

“Untuk oli bekas kita memerlukan blower dan listrik. Jika listrik mati, proses tetap bisa berjalan dengan beralih ke gas elpiji. Tapi yang diutamakan tetap oli bekas karena itu bagian dari prinsip keberlanjutan,” ungkapnya.

Pada uji coba di TPST K3L UNDIP, alat ini berhasil mengolah 37,5 kg limbah plastik campuran dalam proses pirolisis selama 8 jam dengan suhu terkontrol di 443°C.

Hasilnya, Sebanyak 12,5 liter bahan bakar cair yang bisa digunakan untuk genset dan kompor modifikasi, serta 2 liter wax cair yang bahkan bisa diolah menjadi bahan campuran paving block ramah lingkungan.

Baca juga:  Motor Mogok Gara-gara Banjir, Satlantas Polres Demak Buka Bengkel Darurat

Gas sisa yang tidak terkondensasi, seperti metana, digunakan ulang untuk mempertahankan suhu reaktor sehingga mewujudkan proses konversi energi yang nyaris tanpa limbah.

“Feed akan masuk dari atas ke dalam reaktor, lalu dihasilkan tiga produk. Gas yang keluar akan melewati dua kondensor untuk menghasilkan dua jenis liquid. Sisa gasnya akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar pemanas jadi tidak ada yang terbuang,” terang Prof. Didi.

Melalui langkah konkret ini, UNDIP tidak hanya menunjukkan kontribusinya dalam pengelolaan limbah dan ketahanan energi, tetapi juga mempertegas peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berdampak bagi isu global seperti krisis lingkungan dan ketahanan energi. (ucl/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...